Sunny Keluar dari PSI, Hensat: Dorong Pendukung Anies yang Diam untuk Bergabung dan Terbuka

  • Bagikan
Sunny Tanuwidjaja. (dok Wiki)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Salah seorang pendiri Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sunny Tanuwidjaja melepaskan jabatannya sebagai Sekretaris Dewan Pembina PSI, sekaligus menyatakan keluar dari partai yang diketuai oleh Giring Ganesha.

Orang dekat mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itu disebut-sebut akan membantu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Pendiri lembaga survei KedaiKOPI Hendri Satrio menilai hengkangnya Sunny dari PSI sebagai sebuah Fenomena.

Tak hanya itu,jelas dia, itu juga akan mendorong pendukung Anies Baswedan yang selama ini diam, akan bergabung dan terbuka.

"Fenomena Sunny akan mendorong pendukung Anies Baswedan yang selama ini diam, tak banyak bicara, akhirnya keluar untuk bergabung terbuka bersama gelombang perubahan. Gitu gak? #Hensat ," tulis pria yang akrab disapa Hensat ini di Twitternya, dikutip FAJAR.CO.ID, Jumat (1/7/2022).

Sebelumnya, Partai Nasdem telah memilih tiga kandidat calon presiden (capres), salah seorang di antaranya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh menegaskan, amanah rakernas memutuskan, ada tiga nama yang diusulkan oleh seluruh kader Partai Nasdem, yaitu , Anies Rasyid Baswedan, Muhammad Andika Perkasa, dan Ganjar Pranowo.

"Inilah tiga bakal calon presiden Indonesia yang akan diusung Partai Nasdem di Pemilu 2024," kata Surya Paloh pada acara penutupan Rakernas Partai Nasdem di Hall Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta, Jumat (17/6/2022) malam lalu. (eds)

  • Bagikan