Keselamatan Warga Terancam, Fauzi Baadila Sindir Kebijakan Isi BBM Pakai Aplikasi

  • Bagikan
Fauzi Baadila

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Aktor Fauzi Baadila mengkritik langkah pemerintah menerapkan mekanisme baru pengisian bahan bakar kendaraan di SPBU dengan cara pendaftaran BBM lewat website subsiditepat.mypertamina.id khusus untuk roda empat (mobil).

Pria 42 tahun itu menyebut masyarakat hanya bisa pasrah dengan kebijakan tersebut walaupun keselamatan jiwa dan harta terancam.

"Pasrah kan keselamatan harta & jiwa lo, demi sebuah kebijakan. Dari perspective pikiran gue seperti itu," tulis Fauzi Baadila di akun Instagramnya, dikutip pada Sabtu (2/7/2022).

Bintang film Mengejar Matahari itu juga turut mengunggah artikel dari portal berita tentang bahaya bermain ponsel saat mengisi BBM di SPBU.

Dalam artikel tersebut disebutkan sebuah mobil terbakar gara-gara ponselnya masih aktif saat sedang mengisi BBM. Kejadian itu terjadi pada tahun 2021 lalu.

Fauzi tampaknya tidam sepakat dengan aturan baru Pertamina terkait hal itu. Bahwa memainkan ponsel di pom bensin memang rawan memicu kebakaran.

Netizen pun ramai-ramai merespons unggahan sang aktor. Mereka mengamini pendapat Fauzi Baadila yang sama khawatir tentang keselamatan mereka.

"Haruskah ada korban dahulu. Kasihan mereka yang sehari-hari menggunakan pertalite," sebut @diana***.

"Kebijakan dengkul," celetuk @risma***.

"Ntar lagi banyak mobil yang kebakar di pom bensin," sahut @leni***.

Diketahui, PT Pertamina (Persero) lewat Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading berkomitmen menjalankan amanah penugasan Pemerintah dalam menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengatakan penyaluran Pertalite maupun Solar subsidi masih memiliki berbagai tantangan.

Di antaranya penyaluran yang tidak tepat sasaran, di mana pengguna yang seharusnya tidak berhak ikut mengkonsumsi BBM bersubsidi dan ini turut mempengaruhi kuota yang harus dipatuhi Pertamina Patra Niaga selaku badan usaha yang ditugaskan.

Jadi diperlukan suatu mekanisme baru, bagaimana subsidi energi ini benar-benar diterima dan dinikmati yang berhak.

Pertamina Patra Niaga selaku yang ditugaskan juga berinisiatif, memastikan penyaluran di lapangan ini bisa berjalan lebih tepat sasaran dengan uji coba awal pencocokan data berbasis sistem atau digital menggunakan MyPertamina,” jelas Irto.

Dipilihnya website MyPertamina pun bukan tanpa alasan. Sesuai Peraturan BPH Migas No. 06/2013, penggunaan sistem teknologi IT dalam penyaluran BBM dapat dilakukan. Mulai 1 Juli, direncanakan dilakukan uji coba pendaftaran melalui website MyPertamina yakni subsiditepat.mypertamina.id. (dra/fajar)

  • Bagikan