Mahfud MD Kenang Tjahjo Kumolo, Pernah Berikan Sebuah Amplop Berisikan Peta Kekuatan Politik Terkini

  • Bagikan
Menko Polhukam Mahfud MD.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD punya kenangan dengan sosok Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo.

Mahfud MD bersaksi bahwa Tjahjo adalah orang yang baik.

"Saya sedang berada di helikopter bersama Jaksa Agung Burhanuddin (dari Bandung menuju Jakarta) ketika mendapat kabar melalui WhatsApp bahwa Pak Tjahjo Kumolo wafat. Inna lillāhi wa inna ilaihi rājiun. Saya bersaksi bahwa almarhum orang yang baik," kata Mahfud dalam akun Twitter pribadinya @mohmahfudmd, sebagaimana dipantau di Jakarta, Jumat (1/7).

Mahfud bercerita bahwa pertemuan pertamanya dengan Tjahjo Kumolo terjadi pada 2000 saat Idulfitri.

Saat itu dia menjabat Menhan RI era Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, bertandang ke kediaman Wapres RI Megawati Soekarnoputri.

Mahfud bertemu Tjahjo. Di sana dia mendapat sebuah amplop dari Tjahjo.

"Saya bertemu langsung dan secara khusus dia (Tjahjo, red) memberi amplop yang sudah ditulis tujuannya untuk Pak Mahfud," tutur Mahmud di Twitter pada akun @mohmahfudmd, Sabtu (2/7).

Mantan Ketua MK itu kemudian mengenang momen terakhir dia bertemu langsung dengan Tjahjo, yakni saat peresmian sekolah pintar di STIN pada 30 Mei 2022.

Dapat Amplop dari Tjahjo

Mahfud sempat berbicara dengan Tjahjo dan lagi-lagi mendapatkan sebuah amplop.

"Saat itu pun dia (Tjahjo, red) menyerahkan satu amplop kepada saya sambil mengobrol berdua sebentar," tutur Mahfud seperti yang dilansir JPNN.com.

Dia mengaku cukup sering bertemu dengan Tjahjo dan beberapa kali mendapat amplop setelah berjumpa. Mahfud MD lalu mengungkapkan isi amplop dari Tjahjo.

"Apa isi amplop-amplop itu? Tentang konfigurasi dan peta kekuatan politik terkini dan aktor-aktor kunci di Indonesia. Pak Tjahjo rajin membuat analisis yang dilengkapi dengan diagram-diagram," ungkap Mahfud.

Tjahjo Kumolo meninggal dunia di RS Abdi Waluyo, Jakarta, Jumat pukul 11.10 WIB.

Jenazah pria kelahiran Surakarta, 1 Desember 1957 itu dimakamkan di Kalibata, Jakarta Selatan pada Jumat sore. (jpnn)

  • Bagikan