Sering Berbeda dalam Penentuan Puasa dan Lebaran, Ini 9 Alasan Muhammadiyah Menggunakan Hisab

  • Bagikan
Pemantauan Hilal (foto: Jawapos)

FAJAR.CO.ID -- Sudah jadi pemahaman umum bahwa Nabi Muhammad SAW menggunakan rukyat dalam penentuan awal bulan kamariah. Bahkan, pandangan para ulama mazhab telah sepakat menyatakan bahwa salah satu syarat masuknya bulan Ramadan adalah melihat hilal.

Lantas mengapa Muhammadiyah malah menggunakan hisab?

Dikutip fajar.co.id dari laman muhammadiyah.or.id pada Sabtu (2/7/2022), Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Rahmadi Wibowo, dalam acara Sosialisasi Ketarjihan beberapa waktu lalu menyampaikan sembilan alasan mengapa persyarikatan Muhammadiyah yakin menggunakan hisab dalam penentuan awal bulan kamariah, di antaranya:

  1. Semangat Alquran adalah penggunaan hisab

Dalam Alquran terdapat dua ayat yang mengandung isyarat yang jelas kepada hisab, QS. Ar-Rahman ayat 5. Ayat ini tidak sekadar memberi informasi, tetapi juga mendorong untuk melakukan perhitungan terhadap gerak matahari dan bulan. Sedangkan dalam QS. Yunus ayat 5 menyebutkan bahwa menghitung gerak matahari dan bulan sangat berguna untuk mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu.

  1. Hadis-hadis yang memerintahkan rukyat adalah perintah berillat

Menurut Rasyid Ridha dan Musthafa az-Zarqa, perintah rukyat dalam beberapa hadis Nabi Saw merupakan perintah yang mengandung illat atau memiliki alasan hukum, yaitu kondisi umat pada saat itu masih belum mengenal tulis baca dan hisab (ummi), apalagi pada waktu itu Islam baru berkembang di daratan jazirah Arab, sehingga untuk memudahkan Nabi saw memerintahkan sarana yang tersedia saat itu, yaitu rukyat. Dalam keadaan umat Islam yang telah tersebar luas, rukyat tidak dapat mencakup seluruh permukaan bumi saat visibilitas pertama.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan