Jelang Iduladha Harga Cabai Rawit Makin Pedas, Tembus Rp 200 Ribu di Kota Ini

  • Bagikan
Pedagang memilah cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu (22/12/2021). Harga cabai rawit di sejumlah daerah mengalami kenaikan dari Rp80.000-an per kilogram menjadi sekitar Rp100.000 per kilogram karena dipicu pasokan yang menurun akibat cuaca buruk di sejumlah daerah. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Jelang hari raya Iduladha, harga cabai rawit dan bawang merah gila-gilaan.

Di Manado, cabai rawit dijual dengan harga tertinggi Rp 200 ribu per kilogram.

Untuk bawang merah, meski sudah turun Rp 10 ribu per kilogram, tetapi harganya masih tetap tinggi. Rukia Dukalang, warga Teling Atas, Manado, mengaku kaget saat ke Pasar Karombasan.

Harga cabai sangat pedas, sedangkan cabai rawit kering dijual Rp 200 ribu.

"Cabai rawit segar Rp 100 ribu per kilogram, yang kering Rp 200 ribu," kata Rukia kepada JPNN.com, Minggu (3/7).

Harga bawang merah juga masih tinggi. Setelah sempat bertengger di angka Rp 90 ribu/ kilogram, hari ini turun menjadi Rp 80 ribu/kg.

Untuk bawang putih, harganya cendrung stabil. Rukia menyebutkan, bawang putih Rp 32 ribu/kg.

Ibu tiga anak ini tidak menyangka bawa uang Rp 500 ribu untuk belanjaan, hanya dapat sekresek kecil.

"Biasanya bawa Rp 500 ribu ke pasar tradisional dapat banyak. Ini cuma dapat cabai 1 kilo, bawang merah 1 kilo, bawang putih 1 kilo, sama sayuran dan lauk," ujarnya sedih.

Dia mengungkapkan harga sembako yang mahal ini membuat warga makin sulit.

Dia heran, ketika menanyakan kepada pedagang kenapa harga cabai dan bawang merah meroket tajam, alasannya karena perang Rusia -Ukraina.

Keluhan juga disampaikan Supriatin. Pedagang bakso ini sangat tergantung pada tiga bahan dapur tersebut.

Untuk bahan sambal, setiap harinya dia butuh 3 kilogram cabai rawit kering dan 2 kg cabai rawit segar.

Begitu juga bawang merah dan putih, dia butuh masing-masing 5 kg.

  • Bagikan