Pembelian Minyak Goreng Curah dan BBM Gunakan Aplikasi, Anggota DPR RI Minta Kebijakan Itu Ditinjau Ulang

  • Bagikan
Anggota DPR RI Netty Prasetiyani Aher. Foto: Runi/nvl

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Kebijakan pemerintah yang mendorong pembelian beberapa kebutuhan dasar lewat aplikasi dinilai bakal menyulitkan masyarakat.

Anggota DPR RI Netty Prasetiyani Aher meminta agar kebijakan pembelian minyak goreng curah dan Bahan Bakar Minyak (BBM) menggunakan aplikasi ditinjau kembali.

“Pemberlakuan aturan ini harus dipikirkan kembali. Minyak goreng adalah komoditas primer yang sangat dibutuhkan masyarakat. Proses distribusinya harus praktis dan memudahkan masyarakat. Jangan malah dipersulit,” kata Netty, Senin (4/7/2022) dikutip dari laman DPR RI.

Menurutnya, berdasarkan laporan masyarakat, membeli minyak goreng curah harga subsidi dengan menggunakan NIK atau KTP dan kemudian aplikasi PeduliLindungi, membuat mereka khawatir terjadinya penyalahgunaan data pribadi.

"Publik tentu masih ingat perihal info kebocoran data pribadi melalui aplikasi Pedulilindungi. Jadi banyak yang enggan menggunakan aplikasi tersebut. Jika kemudian menjadi syarat dalam mendapatkan minyak goreng subsidi, tentunya ini membebani masyarakat" kata politisi dari F-PKS ini.

Netty juga menanyakan fungsi Kartu Sembako Murah yang telah diluncurkan oleh pemerintah, “Selain itu, apa fungsi Kartu Sembako Murah yang diinisiasi pemerintah jika pembelian minyak goreng curah wajib harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi?” tanyanya. (eds)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan