Anies Baswedan Diminta Blacklist ACT akibat Skandal Donasi Umat, Zita Anjani: Kalau Saya Sih Bukan hanya Blacklist

  • Bagikan
Foto yang menunjukkan mantan petinggi Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui akun @GunRomli di Twitter. Foto: Akun @GunRomli di Twitter

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani meminta Anies Baswedan tak lagi bekerja sama dengan yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Permintaan ini menyusul adanya skandal menilap dana umat yang dilakukan petinggi ACT.

Menurut Zita, Anies selaku Gubernur DKI Jakarta juga harus memasukan ACT sebagai daftar hitam dan tak bisa diajak bekerja sama lagi.

“Kalau saya sih bukan hanya blacklist, saya akan minta aparat usut itu sampai tuntas,” kata Zita saat dihubungi, Rabu (6/7).

Putri Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan ini mengaku sangat kecewa dengan kasus penyelewengan dana tersebut. Padahal, ACT merupakan salah satu lembaga kemanusiaan yang sangat dipercayai masyarakat untuk menyalurkan donasi.

“Dana donasi disalahgunakan itu namanya bukan keterlaluan, tetapi keterlaluan banget. Saran saya segera diaudit saja kalau benar salah,” tegas Zita.

Politikus PAN ini pun berharap ke depannya tak ada lagi lembaga kemanusiaan yang seperti ACT.

“Harus ditindak segera agar kedepannya tidak ada lagi pihak-pihak yang menggunakan donasi untuk kepentingan pribadi,” tambahnya.

Pemprov DKI Jakarta beberapa kali bekerja sama dengan ACT untuk mengumpulkan donasi.

Salah satunya dalam pembagian bansos selama masa pandemi Covid-19 dalam program Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) hingga penyaluran hewan kurban.

Sebelumnya, lembaga kemanusiaan ACT mengalami gonjang-ganjing akibat adanya penyelewengan dana. (jpnn/fajar)

  • Bagikan