Jokowi sebagai Presidensi G20, Pengamat Pertahanan dan Militer Harap Ada Titik Temu Perang Rusia-Ukraina

  • Bagikan
Presiden Jokowi bersama Presiden Vladimir Putin di Kremlin, Rusia--kremlin.ru

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat Pertahanan dan Militer Robi Sugara mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sukses berperan sebagai negosiator yang memiliki pengaruh secara signifikan. Hal ini terkait upaya mendamaikan kedua negara yang sedang berkonflik yaitu Rusia dan Ukraina.

Menurut Robi, posisi Presiden Jokowi sebagai Presidensi G20 memiliki kekuatan besar dalam melakukan diplomasi baik untuk misi perdamaian, ekonomi, energi, kesehatan maupun pangan.

“Indonesia itu kan menganut kebijakan politik luar negerinya masih non-blok. Saat ini Jokowi punya kepentingan yang terdekat adalah pergelaran G20 yang akan dilaksanakan di Indonesia di mana kita menjadi presidennya untuk yang G20 tentu segala upaya yang dilakukan oleh Jokowi saat ini dalam hubungan diplomatiknya lewat para diplomat itu untuk kemudian yang sukseskan acara G20 nya,” ujar Robi, Kamis (7/7).

Dosen Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menyebut, saat kunjungannya ke Rusia Presiden Jokowi juga turut mengundang Presiden Vladimir Putin untuk hadir pada acara G20, begitu juga saat kunjungannya ke Ukraina, Jokowi mengajak Presiden Volodymyr Zelensky.

Keduanya, lanjut Robi, diharapkan hadir pada acara pertemuan puncak G20 di Bali. Robi berharap ada titik temu jika kedua pemimpin itu bisa hadir dan melakukan dialog untuk mengakhiri perang.

“Saya sih pengennya ditingkatkan setelah G20 target sekarang kan bahwa setelah nanti acara G20 sukses diadakan di Indonesia, nah setelah itu saya kira intensitasnya dalam berhubungan dengan Rusia dan Ukraina itu juga saya kira ditingkatkan kalau perlu menggalang banyak sekali dukungan,” ucapnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan