Stunting Jadi Persoalan, Jokowi: Jangan Tiap Tahun Punya Anak, Harus Diatur

  • Bagikan
Presiden Jokowi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Kasus stunting (kekerdilan anak) masih jadi persoalan di Indonesia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para ibu dapat mengatur jeda kelahiran anak.

Sekurang-kurangnya selama 3 tahun. Hal ini dinilai penting untuk mencegah terjadinya stunting.

"Jangan tiap tahun punya anak. Lebih dari tiga tahun. Harus diatur. Sehingga ibu sudah pulih. Gizinya baik, boleh punya anak lagi. Yang paling penting adalah menyiapkan pendidikannya agar menjadi SDM generasi penerus yang berkualitas," ujar Jokowi saat peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29 di Lapangan Merdeka, Medan, Sumatera Utara, Kamis (7/7/2022) kemarin.

Jokowi mengajak seluruh elemen bersinergi mengurangi penurunan stunting.

"Saya mengajak kepada seluruh kekuatan bangsa untuk bergerak bersama-sama, bekerja bersama-sama, bersinergi bersama-sama untuk menurunkan stunting dan seluruh akar masalahnya," terang Jokowi.

Menurutnya, hal itu penting disampaikan demi mempersiapkan sumber daya manusia sebagai generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Pada tahun 2014, angka stunting turun 37 persen. Selanjutnya pada 2021, turun 24,4 persen.

Pemerintah menargetkan pada 2024 mendatang angka stunting turun menjadi 14 persen.

Untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak, Jokowi mengajak seluruh keluarga di Indonesia, terutama di daerah pedesaan, dapat memanfaatkan lahannya dengan bercocok tanam atau beternak.

"Jangan sampai ada lahan kosong. Gunakan untuk memproduksi kebutuhan pangan sehari-hari dan meningkatkan asupan gizi anak-anak. Ini penting saya ulang-ulang terus," paparnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan