Menlu G20 Serukan Perang Rusia-Ukraina Disetop, Rekomendasikan Dua Langkah Ini

  • Bagikan
Suasana pertemuan Menteri Luar Negeri G20 di Nusa Dua, Bali, Jumat (8/7). Sejumlah negara anggota G20 menyerukan agar perang Rusia-Ukraina segera diakhiri dan permusuhan dihentikan. (Sigid Kurniawan/Antara)

FAJAR.CO.ID, BALI-- Sejumlah negara anggota G20 menyerukan agar perang Rusia-Ukraina segera diakhiri dan permusuhan dihentikan.

“Para peserta menyerukan kepatuhan penuh dan konsisten terhadap Piagam PBB serta hukum internasional yang berlaku. Beberapa anggota menyatakan kecaman atas tindakan invasi,” kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi ketika menyampaikan pernyataan pers usai Pertemuan Menlu G20 (G20 Foreign Ministers’Meeting/FMM) di Nusa Dua, Bali, Jumat (8/7).

Para peserta FMM juga menyatakan keprihatinan mendalam tentang konsekuensi kemanusiaan dari perang serta dampak globalnya terhadap makanan, energi, dan keuangan.

“Perang telah menyebabkan penderitaan yang luar biasa bagi penduduk sipil dan ada kebutuhan untuk memastikan akses yang aman dan tanpa hambatan untuk pengiriman bantuan kemanusiaan yang tepat waktu bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Retno, menyampaikan catatannya mengenai pertemuan tersebut.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa anggota G20 memiliki pandangan yang sama mengenai pentingnya membangun kepercayaan di antara negara-negara guna menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perdamaian dan stabilitas.

“Ada dorongan kuat dari banyak peserta untuk segera mengakhiri perang dan penyelesaian konflik secara damai melalui diplomasi dan negosiasi,” ujar Retno.

Perang antara Rusia dan Ukraina menjadi sorotan dalam FMM G20, yang membahas dua isu utama yaitu penguatan multilateralisme serta ketahanan pangan dan energi.

Invasi Rusia ke Ukraina sejak 24 Februari 2022 menuai kecaman dan sanksi dari negara-negara Barat, yang membantu Kiev dengan menyediakan pasokan senjata dan uang.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan