Kejaksaan Agung Berani Usut Kasus yang Libatkan TNI Aktif, Mahfud MD: Jangan Main-main

  • Bagikan
Menko Polhukam Mahfud MD.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menilai, masuknya Kejaksaan Agung dalam 5 besar institusi negara yang paling dipercaya publik merupakan pencapaian yang luar biasa.

Dari survei terbaru Indikator Politik Indonesia (IPI) pada Juni 2022, Kejaksaan Agung berada di posisi keempat sebagai institusi negara paling dipercaya publik, berada di belakang TNI, presiden, dan Polri.

“Dulu, kalau membahas tingkat kepercayaan terhadap institusi, Kejaksaan tidak pernah ada di 5 besar. Sekarang ada di posisi 4,” kata Mahfud saat mengikuti rilis survei, Senin (11/7).

Pada bulan April 2022, masih dalam survei Indikator, posisi Kejaksaan bahkan berada di peringkat delapan. Dua bulan berselang, Korps Adhyaksa berhasil naik peringkat, bahkan mengalahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Mahfud, apa yang ditunjukkan Kejaksaan saat ini hasil dari kerja riil untuk masyarakat. Mahfud mencontohkan, belum pernah ada Lembaga hukum yang berani menindak TNI.

“Sekarang Kejaksaan mengusut kasus yang melibatkan TNI aktif. Ditangani. Publik percaya kepada Kejaksaan,” jelas Mahfud.

Kasus dugaan korupsi Garuda juga menjadi contoh lain. Mahfud menjelaskan, pengusutan perkara Garuda yang dilakukan Kejaksaan Agung bisa memberikan pelajaran yang sangat berharga. Ini terkait penetapan mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar sebagai tersangka baru oleh Kejaksaan Agung.

“Orangnya sudah ditahan (KPK). Kini disangka dengan dakwaan baru, ditetapkan tersangka lagi. Kasusnya beda. Pelajarannya, ketika melakukan korupsi akan terus dikejar sampai kapan pun,” kata Mahfud.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan