Penipuan Berkedok Arisan Online, Kerugian Korban Capai Rp2 M

  • Bagikan
KEHILANGAN JEJAK: Rara Ayu (kiri) dan member arisan lain setelah membuat laporan di gedung Ditreskrimsus Polda Jatim. (Rara Ayu untuk Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, JATIM -- Subdit Siber Polda Jatim mendapat laporan dugaan penipuan berkedok arisan online. NS, bos arisan yang dijadikan sebagai terlapor, disebut menghilang dengan membawa uang para member-nya. Kerugian mereka mencapai Rp 2 miliar.

Kasubdit Siber Polda Jatim AKBP Wildan Alberd menjelaskan, laporan itu sudah berada dalam proses penyelidikan. Dua member telah diperiksa sebagai korban. ’’Belum lama dilaporkan. Masih proses pemeriksaan saksi-saksi,’’ ungkap Wildan.

Berdasar temuan awal, ada lebih dari 100 member arisan online. Namun, tidak semuanya membuat laporan secara langsung. ’’Laporan dikoordinasi satu orang,’’ jelasnya.

Wildan menuturkan, kerugian setiap member arisan online tersebut beragam. Mulai ratusan ribu sampai ratusan juta. ’’Mereka tertarik ikut arisan online karena dijanjikan keuntungan oleh terlapor,’’ paparnya.

Nilai profit itu mencapai 5–10 persen dari modal arisan. Bergantung durasi yang diambil. ’’Ada yang tempo pencairan uangnya 1–2 pekan dan bulanan,’’ terangnya.

Menurut Rara Ayu, koordinator member, total kerugian yang dilaporkan dalam kasus itu sekitar Rp 2 miliar. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah. Sebab, belum semua member bergabung ke paguyubannya. ’’Bisa ribuan orang. Korbannya bukan hanya dari Surabaya,’’ kata perempuan 25 tahun itu.

Dia mulai menjadi member arisan tiga tahun lalu. Rara mengakui, profit yang dijanjikan awalnya memang diberikan sesuai perjanjian. ’’Tapi, kebanyakan member belum untung banyak,’’ ujarnya.

Keuntungan tersebut membuat gelap mata. Banyak member yang akhirnya memasukkan lagi keuntungan sebagai modal. ’’Biar profitnya semakin besar,’’ ucapnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan