Polemik Hari Raya Ganda, Prof Tasrief Surungan: Banyak yang Gagal Paham, Padahal Solusinya Sudah Lama Ditemukan

  • Bagikan
Prof. Tasrief Surungan, Ph. D, Guru Besar Fisika Teoretik Universitas Hasanuddin

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Perbedaan pendapat dalam penyatuan awal bulan Kalender Hijriah, yang berimplikasi pada perbedaan hari Idul Adha tahun ini seharusnya tidak lagi terjadi di masa depan, sebab solusinya sudah ditemukan.

Demikian pernyataan Prof. Tasrief Surungan, Ph. D, Guru Besar Fisika Teoretik Universitas Hasanuddin. Solusi tersebut telah dikemukakan oleh Prof. Tasrief Surungan pada tahun 2010 lalu, dan dikemukakan kembali dalam Khutbah Idul Adha pada 10 Juli 2022, dimana Prof Tasrief diamanahkan sebagai Khatib pada Shalat Ied yang digelar di Lapangan Perdos Unhas Tamalanrea, Makassar.

Oleh sebab itu, menurut Prof. Tasrief, pihak yang keliru atau berseberangan dengan solusi yang ditemukan seharusnya tidak bertahan di atas kekeliruannya.

Saat ditanya, siapa pihak yang dimaksud? Prof. Tasrief tidak menyebut secara eksplisit, namun menyebutnya bahwa itu adalah pihak yang gagal paham terhadap hakekat perbedaan pedapat, khususnya perbedaan antara rukyat dan hisab, dan tidak memahami esensi hilal berdasarkan definisi Al Quran dan Hadith Nabi.

Contoh dari gagal paham tersebut, lanjut Prof. Tasrief adalah menyamakan antara perbedaan alamiah dan non-alamiah, dimana menurut mereka keduanya harus diterima apa adanya sebab itu sudah menjadi ketetapan Sang Khaliq.

Padahal, tidak demikian. Esensi dan tujuan dihadirkannya perbedaan oleh Sang Khaliq agar bisa saling kenal mengenal. Perbedaan alamiah, seperti beda warna kulit, bentuk tubuh, jenis kelamin dan ragam bahasa, merupakan bawaan sejak lahir dan sebab itu harus diterima apa adanya. Perbedaan seperti ini mutlak langgeng namun tidak demikian halnya untuk perbedaan pendapat.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan