Ade Yasin Didakwa Suap Tim Auditor BPK Sebesar Rp1,9 Miliar

  • Bagikan
Bupati nonaktif Bogor Ade Yasin usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan suap laporan keuangan Pemkab Bogor 2021 di Kantor KPK, Jakarta, Selasa, 31 Mei 2022.-Rizky Agustian-FIN

FAJAR.CO.ID, BANDUNG -- Bupati Bogor nonaktif, Ade Yasin didakwa memberikan suap senilai Rp 1,9 miliar kepada tim auditor BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat.

Dia didakwa bersama-sama dengan Kepala Sub Bidang Kas Daerah pada BPKAD Pemerintah Kabupaten Bogor, Ihsan Ayatullah; Sekretaris Dinas PUPR Pemkab Bogor, Maulana Adam; Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Sub Koordinator Pembangunan Jalan dan Jembatan Wilayah 2 pada Dinas PUPR Pemkab Bogor, Rizki Taufik Hidayat.

Sidang kasus dugaan suap yang menjerat Ade Yasin ini digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (13/7).

“Melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa sehingga dipandang sebagai perbuatan berlanjut memberi atau menjanjikan sesuatu yaitu memberikan uang yang keseluruhannya berjumlah Rp 1.935.000.000,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK sebagaimana dalam surat dakwaan.

Jaksa menyebut, uang senilai Rp 1,9 miliar itu diserahkan Ade Yasin kepada Anthon Merdiansyah, Arko Mulawan, Hendra Nur Rahmatullah Kartiwa dan Gerri Ginanjar Trie Rahmatullah selaku tim pemeriksa BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Barat (Jabar) untuk audit Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Bogor tahun Anggaran (TA) 2021. Pemberian uang suap Ade Yasin kepada tim auditor BPK itu dimulai sejak Oktober 2021 sampai April 2022.

Suap itu bertujuan agar laporan keuangan daerah Pemerintah Kabupaten Bogor tahun anggaran 2021 mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP).

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan