Komentari Kasus Tembak Menembak di Rumah Kadiv Propam, Novel Bamukmin: Kalau Memang Pelakunya Oknum Jenderal Harus Dihukum

  • Bagikan
Wakil Sekjen PA 212 Novel Bamukmin

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Plt Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin teringat kasus penembakan enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek pada 2020, saat membaca berita tembak-menembak polisi di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Jumat, 8 Juli 2022.

Novel menyebutkan tewasnya Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang ditembak Bharada E ada kesamaan dengan meninggalnya enam laskar FPI, yaitu CCTV di tempat kejadian sama-sama mati.

"Sangat disayangkan. CCTV bisa mati. Seperti sudah diatur dan saya jadi teringat kasus KM 50 dengan berbagai spekulasi berkembang," kata Novel Bamukmin pada Selasa (13/7).

Dia menilai pada kasus Brigadir J, keterangan kepolisian berubah-ubah. "Mulai dari tembak-menembak di ruang kerja, kemudian berubah di rumah dinas lalu di kamar pribadi," kata Novel.

Dia menduga ada yang pasang badan untuk menutupi kasus tersebut.

"Kapolri harus berani mengusut kasus itu. Kalau memang pelakunya oknum jenderal harus dihukum," ujar Novel.

Sejumlah pihak menilai terdapat banyak kejanggalan dalam perkara di rumah Irjen Ferdy Sambo itu.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD juga menilai insiden yang mencoreng nama baik Korps Bhayangkara itu banyak yang janggal.

"Kasus itu memang tak bisa dibiarkan mengalir begitu saja karena banyak kejanggalan yang muncul pada penanganan maupun penjelasan Polri sendiri yang tidak jelas hubungan antara sebab dan akibat setiap rantai peristiwanya," kata Mahfud dikutip dalam akun @mohmahfudmd di Instagram yang dipantau di Jakarta, Rabu (13/7).

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan