Tokoh NU Sebut Kemenag Mestinya Malu Keputusannya Dianulir Jokowi

  • Bagikan
Gus Umar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Gus Umar alias Muhammad Umar Syadat Hasibuan menilai Kementerian Agama (Kemenag) RI terlalu emosional menutup izin Pondok Pesantren Shiddiqiyah.

Menurutnya, setelah izin pondok pesantren itu dicabut oleh Kemenag RI, Presien Joko Widodo (Jokowi) membuka kembali izinnya.

Mestinya, beber Tokoh NU ini, Kemenag RI malu keputusannya soal pencabutan izin pondok pesantren itu dianulir Jokowi. Gus Umar menjelaskan, dari awal ia sudah menolak pondok pesantren itu ditutup.

"Kemenag terlalu emosional menutup ijin ponpes shiddiqiyah dan akhirnya jokowi minta spy dibuka kembali ijinnya. Mustinya kemenag malu keputusannya dianulir presiden jokowi. Sjk awal sy sdh menolak ponpes tsb ditutup krn alasan kasihan santri2 yg gak sdg belajar. Twi sy tgl 8 juli," tulis Gus Umar di Twitternya dikutip FAJAR.CO.ID, Rabu (13/7/2022).

Sebelumnya, Kemenag mencabut izin operasional Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah, Jombang, Jawa Timur.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono, mengungkapkan jika nomor statistik dan tanda daftar pesantren Shiddiqiyyah telah dibekukan.

“Sebagai regulator, Kemenag memiliki kuasa administratif untuk membatasi ruang gerak lembaga yang di dalamnya diduga melakukan pelanggaran hukum berat,” tegas Waryono, Kamis (7/7/2022) dikutip dari laman resmi Kemenag RI.

Tindakan tegas ini diambil karena salah satu pemimpinnya yang berinisial MSAT merupakan DPO kepolisian dalam kasus pencabulan dan perundungan terhadap santri. Pihak pesantren juga dinilai menghalang-halangi proses hukum terhadap yang bersangkutan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan