Penanganan Kasus Penyerangan Terhadap Wisawatan Masih Nihil, Keluarga Korban: Kapolres Pinrang Jangan Nyinyir

  • Bagikan
Tangkapan Layar.

FAJAR.CO.ID, PINRANG -- Kasus penganiayaan dan pengancaman yang terjadi pada pekan lalu di Dusun Pajalele, Desa Binanga Karaeng, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, belum membuahkan hasil.

Polisi dalam hal ini Polres Pinrang, baru akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Di sini Kapolres Pinrang, AKBP Moh Roni Mostafa, akan bergerak bersama seluruh personel Inavis dan Resum Satuan Reskrim Polres Pinrang Polda Sulsel.

"Team Inavis dan Resum Sat Reskrim Polres Pinrang telah saya perintahkan untuk melakukan olah TKP agar kasus dugaan penganiayaan dan pengancaman ini cepat terselesaikan dengan mengumpulkan bukti-bukti akurat di lokasi kejadian," ujar Mostafa, Kamis (14/7/2022).

"Tim kami terus bekerja secara profesional sesuai SOP yang berlaku di Mapolres Pinrang. Dan nantinya hasil dari olah tempat kejadian perkara (TKP) akan dilanjutkan dengan kegiatan gelar perkara untuk memutuskan hasil penyidikan tersebut," sambungnya.

Terkait dengan kasus tersebut, Kapolres Pinrang menegaskan, dalam penyelesaian kasus semacam ini harus betul-betul didalami terlebih dahulu, bukan langsung mengklaim bahwa ini oknum harus ditahan.

Terkait hal tersebut, pihak keluarga pelapor meminta agar Kapolres Pinrang bisa bekerja dengan baik tanpa menyinggung oknum harus ditahan atau tidak, yang hanya bisa memperkeruh suasana.

Pasalnya, setiap pelaku kriminal harus mendapat masa kurungan badan. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Saya Minta Bapak Kapolres terus saja bekerja menyelesaikan persoalan ini. Jangan hanya nyinyir dengan menyebutkan pelaku harus ditahan atau tidak. Itu hanya memperkeruh suasana hati keluarga," ujar keluarga korban, Asyifa Marzuki, yang juga tokoh perempuan Sulawesi Barat. (riki/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan