Waspadai Covid-19, Jemaah Haji Asal Jawa Timur Wajib Screening saat Tiba di Indonesia

  • Bagikan
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa rapat koordinasi persiapan kedatangan jamaah haji. (Humas Pemprov Jatim)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Semua jamaah haji yang pulang ke Jawa Timur harus menjalani screening Covid-19 setibanya di Indonesia. Kewajiban dan aturan baru itu dilakukan sebagai langkah kewaspadaan Pemprov Jatim untuk menjamin keamanan dan kesehatan seluruh jemaah haji sebelum kembali ke daerah asal.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan, hal tersebut sejalan dengan Surat Edaran No 22 Tahun 2022 Satgas Penanganan Covid-19. Yakni kaitannya dengan protokol kesehatan bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang diterbitkan BNPB.

”Untuk para Jemaah Haji, begitu mendarat di bandara mereka akan dilakukan screening oleh KPP. Selanjutnya saat tiba di asrama haji dilakukan skrining dan swab antigen. Jika kedapatan bergejala dan memiliki suhu tubuh di atas 37,5 derajat Celcius, mereka harus menjalani tes PCR,” ujar Khofifah.

Gubernur meminta semua pihak, mulai dari otoritas bandara, KKP, penyelenggara haji hingga dinas kesehatan baik tingkat provinsi, TNI, dan Polri, kabupaten dan kota, harus sudah siap dan bekerja selaras dalam mengantisipasi proses mitigasi kepulangan jamaah haji.

”Kewaspadaan tidak boleh kendor sedikitpun mengingat pandemi Covid-19 di Indonesia sudah melandai. Kkepulangan jamaah haji ini ditangani lintas sektor maka semua harus disinergikan. Insya Allah, Sabtu (16/7) akan kita gelar simulasi penanganan dan apel di asrama haji,” ujar Khofifah.

Menurut Khofifah, kasus covid-19 di Jatim memang sudah melandai. Oleh sebab itu antisipasi kepulangan jamaah haji harus disikapi dengan kesiapsiagaan yang penuh.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan