Kominfo Ancam Blokir WhatsApp, Instagram hingga Google, Ardi Wirdamulia: Medsos Juga Ingin Dikendalikan Pakai Tangan Besi

  • Bagikan
Politikus Partai Demokrat, Ardi Wirdamulia. (@awemany). --

FAJAR,CO.ID, JAKARTA--Kepala BADIKLAT-DA DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Dr. Ardi Wirdamulia beri komentar tak terduga soal Kominfo bakal blokir Google sampai WhatsApp.

Ardi Wirdamulia melontarkan pendapatnya pada sebuah kicauan lewat akun media sosial Twitter bernama @awemany.

Politisi Partai Demokrat itu terpantau memang aktif dalam memakai platform tersebut untuk menyuarakan sudut pandang pribadinya.

Kini Ardi Wirdamulia kembali buka suara terhadap kebijakan Kominfo yang ancam bakal blokir Google sampai WhatsApp.

"Keinginan pemerintah untuk mengontrol internet tidak saja untuk konten porno," tulis Ardi.

"Sekarang sosial media juga ingin dikendalikan pakai tangan besi," sambungnya.

Lebih lanjut politisi Partai Demokrat itu juga melantunkan pertanyaan sekaligus mengajak masyarakat untuk melihat aksi Kominfo atas ancaman pemblokiran Google.

"Apakah pemerintah kita cukup punya wibawa? Kita lihat tgl 21 Juli ya," pungkas Ardi, 16 Juli 2022.

Cuitan Ardi Wirdamulia mendulang empat komentar, 16 retweets, dan 36 likes dari netizen hingga berita ini tayang.

Sebelumnya Kominfo menentukan batas pendaftaran Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat pada 20 Juli 2022.

Sehingga perusahaan yang belum terdaftar seperti Google, Instagram, dan WhatsApp bakal diblokir pada hari selanjutnya, yaitu 21 Juli 2022.

Diketahui pihak Kominfo berulang kali memberikan penjelasan dan mengimbau para PSE untuk segera mendaftar.

Menkominfo Johnny G. Plate bahkan baru-baru ini mengatakan dalam aturan pendaftaran PSE Lingkup Privat ini pemerintah tidak melihat apakah perusahaan itu berasal dari dalam negeri ataupun dari mancanegara.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan