Kasus Penembakan Brigadir J Sempat Ditutup Selama 3 Hari, Dahlan Iskan Sebut Mirip Zaman Orde Baru

  • Bagikan
Dahlan Iskan (ist)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Dahlan Iskan ikut menyoroti baku tembak ajudan Ferdy Sambo yang terjadi pada Jumat, 8 Juli 2022, melalui tulisan berjudul Bisik-Bisik Keras, Selasa (19/7/2022).

Namun Mabes Polri baru mem-publish pada Senin, 11 Juli 2022. Itu berarti, ada selang 3 hari dari kejadian.

Dalam tulisan tersebut, Dahlan Iskan mengingat saat masa Orde Baru yang serba sulit untuk urusan informasi.

“Wartawan sebenarnya selalu tahu secara dini peristiwa besar. Tapi takut menuliskannya. Tunggu keterangan resmi saja. Kadang ada. Kadang tidak,” tulisnya, sebagaimana dikutip PojokSatu.id.

Menurutnya, cara-cara merahasiakan peristiwa sensitif tersebut ternyata masih sama seperti zaman Orde Baru.

“Termasuk soal tembak-menembak polisi itu. Sampai tiga hari kemudian pun belum ada wartawan yang tahu, Medsos juga masih bungkam,” ujarnya.

Yang cukup membuatnya heran adalah, peristiwa itu masih bisa disembunyikan di tengah ‘keperkasaan’ media sosial.

“Hebat sekali. Kalau itu di zaman Orde Baru tidak ada yang heran. Ini terjadi di zaman medsos,” sambung Dahlan Iskan.

Mantan Menteri BUMN itu lantas menukil ucapan seorang wartawan terkait ‘merahasiakan’ peristiwa itu.

“Mungkin karena kejadian itu di satu rumah yang berada di kompleks perumahan yang tertutup,” kilah seorang wartawan.

Namun, Dahlan masih menyimpan pertanyaan kenapa ketika sudah berhasil “menyembunyikannya” selama tiga hari, lalu dibuka melalui konferensi pers.

Menurutnya, setidaknya ada dua kemungkinan.

Pertama, karena sudah berkembang bisik-bisik di lingkungan terbatas di Polri.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan