Pemilik SPI Julianto Eka Putra Jalani Sidang Tuntutan Besok, JPU: yang Jelas Ancaman Pidana Maksimal 15 Tahun

  • Bagikan
Kepala Kejati Jatim Mia Amiati. Foto: Ardini Pramitha/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, SURABAYA - Pemilik Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu, Julianto Eka Putra (JEP), bakal kembali menjalani sidang perkara pencabulan siswinya di Pengadilan Negeri (PN) Malang, Rabu (20/7) besok.

Agenda sidang ke-20 itu, yakni pembacaan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) terhadap terdakwa. “Tadi sudah ke Batu dan sudah berkoordinasi dengan jaksa penuntut. Jadi, tahapan sidang tinggal baca tuntutan,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Mia Amiati, Selasa (19/7).

Berdasarkan uraian JPU, ada perbuatan yang harus dipertanggungjawabkan oleh terdakwa Julianto.

“Paling utama menurut JPU ialah adanya persetubuhan yang diinginkan oleh Julianto dengan tipu muslihat dirayu diberi kata-kata motivasi pada anak didiknya sendiri,” ujar Mia.

Mia menjelaskan dalam permasalahan itu, hanya ada satu kasus perkara yang disidangkan. Akan tetapi, dalam persidangan, terdapat sembilan orang saksi yang mengalami hal serupa.

“Seperti kasus pencabulan di Jombang, yang diangkat jadi kasus perkara hanya satu, tetapi bisa menghadirkan kesaksian dari korban lain saat di persidangan,” tutur Mia.

Mia mengungkapkan JPU akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjerat terdakwa dengan tuntutan yang berat.

“Yang jelas ancaman pidana maksimal 15 tahun, sudah dihitung JPU,” ucap Mia.

Dalam perkara tersebut, ada empat pasal yang didakwakan. Pertama, Pasal 81 Ayat (1) Jo. Pasal 76D UU 23/2002 Tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah beberapa kali.

Terakhir diubah dengan UU 17/2016 Tentang Penetapan Perppu 1/2016 Tentang Perubahan Kedua Atas UU 23/2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi UU Jo. Pasal 64 Ayat (1) KUHP; Ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan