Kereta Gantung Rinjani Segera Terealisasi, Investor Cina Siapkan Dana Rp2,2 Triliun

  • Bagikan
Panorama alam Gunung Rinjani menarik investor untuk membangun kereta gantung, yang diharapkan membawa dampak positif bagi masyarakat dan daerah.

FAJAR.CO.ID, MATARAM-Pembangunan kereta gantung Rinjani bakal membawa keuntungan bagi NTB dari sisi investasi dan pertumbuhan ekonomi. Sebab, investor akan menggelontorkan dana hingga Rp 2,2 triliun untuk proyek tersebut.

”Investasinya sekitar Rp 2,2 triliun.,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB Mohammad Rum.

Proyek yang berpotensi menjadi ikon baru pariwisata NTB ini digarap investor dari China dengan bendera PT Indonesia Lombok Resort (ILR).

Kata Rum, investasi triliunan rupiah tersebut bukan sebatas pembangunan kereta gantung saja. Tapi ada juga fasilitas penunjang pariwisata lainnya, seperti resort, hingga rehabilitasi hutan di kaki Gunung Rinjani.

”Mereka (investor) sudah kirim sekitar Rp 600 miliar, itu mungkin untuk kereta gantungnya. Sisanya buat fasilitas penunjang lain,” ungkapnya.

Resort rencananya dibangun di titik mula dan akhir kereta gantung. Sehingga wisatawan bisa tinggal lebih lama untuk menikmati panorama dan suasana Gunung Rinjani.

Rum menyebut, kereta gantung bukan semacam jalan pintas bagi wisatawan untuk menaklukkan Gunung Rinjani. Sarana ini berfungsi untuk memudahkan wisatawan.

Sebab, jika ingin menuju puncak Gunung Rinjani maupun danau Segara Anak, wisatawan tetap harus berjalan kaki beberapa kilometer.

”Tetap harus jalan. Karena itu rencananya disiapkan juga resort di atas,” ujar Rum.

Titik mula kereta gantung akan dibangun di Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, menuju kawasan hutan di bagian atas.

  • Bagikan