Ormas Kepung Kejati Banten

  • Bagikan
Aliansi Masyarakat Antikorupsi yang tergabung dari berbagai organisasi masyarakat (ormas) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, Jumat (22/7). Foto: Abdul Malik Fajar/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, BANTEN -- Aliansi Masyarakat Antikorupsi yang tergabung dari berbagai organisasi masyarakat (ormas), seperti LMPI Banten, Gemako, dan Geger menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejati Banten Jalan Raya Pandeglang, Sukajaya, Kecamatan Curug, Kota Serang.

Aksi ormas tersebut bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Adhyaksa. Koordinator aksi Faisal Rizal mengatakan demo yang dilakukan menyoroti soal kasus-kasus korupsi yang sedang ditangani pihak Kejati Banten.

"Seperti kasus korupsi dana hibah pondok pesantren (ponpes) tahun anggaran 2018 dan 2020 yang bila ditotal mencapai Rp 70 miliar," ucap Faisal Rizal, Jumat (22/7).

Faisal menilai dalam penanganan tersebut ada hal-hal penting yang terputus.

"Kami mendesak agar Kejati Banten bisa mengusut tuntas masalah ini. Supaya terciptanya penegakan hukum yang serius serta tidak tebang pilih," ujarnya.

Pihaknya meminta kepada Kejati Banten untuk membuka kembali pemeriksaan jilid dua terkait kasus dugaan korupsi dana hibah.

Dia mengatakan pada saat demo ada perwakilan massa aksi yang masuk ke dalam untuk melakukan audiensi dengan pihak kejaksaan.

Setelah ada pertemuan, ternyata harus ada diskusi lebih mendalam lagi antara kami dan Kajati Banten," ujarnya.

Faisal menuturkan 200 massa aksi yang ikut menyuarakan aspirasinya. "Bila tidak ada tanggapan atau tindak lanjut kami akan menggelar aksi susulan dengan massa lebih besar lagi," tambahnya. (jpnn)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan