Penembakan Istri Kopda M, Terungkap Jenis Senjata yang Digunakan

  • Bagikan
Reka ulang kejadian kasus penembakan istri TNI di Jalan Cemara III, Padangsari, Banyumanik, Kota Semarang, Kamis (21/7). FOTO: Humas Polrestabes Semarang.

FAJAR.CO.ID, YOGYAKARTA - Kasus penembakan istri anggota TNI Kopda M, Rina Wulandari (34), makin menemui titik terang. Rina ditembak orang tak dikenal di depan rumahnya, Jalan Cemara III, Banyumanik, Kota Semarang pada Senin (18/7).

Setelah eksekutor penembakan ditangkap, empat pelaku lainnya juga telah diciduk oleh tim gabungan Polda Jawa Tengah.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan bahwa istri Kopda M ditembak dengan senjata rakitan. "Senjata yang dipakai adalah senjata rakitan," kata Jenderal Andika di Mabes TNI, Minggu (24/7).

Panglima menegaskan para pelaku akan dituntut maksimal dengan Pasal 340, Pasal 53 jo Pasal 340 KUHP.

"Kami pastikan masalah ini ditangani secara proporsional," ujarnya.

Saat ini, TNI dan Polisi tengah mencari Kopda M yang diduga terlibat kasus penembakan istrinya sendiri.

Menurut Andika, semua keterangan saksi yang telah diperiksa mengarah kepada Kopda M, yang menghilang sejak penembakan itu terjadi.

"Yang jelas tidak akan berhenti, kami sudah menghubungi berbagai pihak," kata Panglima.

Sebelumnya, polisi meringkus eksekutor dalam peristiwa penembakan Rina Wulandari, istri anggota TNI di Kota Semarang, Jawa Tengah.

"Tim gabungan Polda Jawa Tengah menangkap salah satu penembak istri anggota TNI," kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar, di Semarang, Jumat (22/7).

Selain itu, petugas juga mengamankan satu pucuk senjata api yang diduga digunakan untuk menembak korban.

Meski demikian, Irwan belum menjelaskan detail identitas pelaku maupun kronologi penangkapan. (ant/jpnn/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan