Tanpa Ampun! Junta Militer Myanmar Eksekusi Mati 4 Aktivis Partai Aung San Suu Kyi

  • Bagikan
Pemimpin junta militer Myanmar Min Aung Hlaing

FAJAR.CO.ID, NAYPYIDAW--Junta Myanmar mengeksekusi mati empat tahanan dan menjadi kali pertama selama beberapa dekade terakhir.

Sedikitnya ada 4 orang yang dieksekusi mati, di antaranya adalah aktivis dan seorang mantan anggota parlemen dari partai Aung San Suu Kyi.

“Keempatnya dieksekusi karena dianggap memimpin aksi teror brutal dan tidak manusiawi,” kata surat kabar Global New Light of Myanmar.

Surat kabar itu mengatakan eksekusi dilakukan di bawah prosedur penjara tanpa mengatakan kapan atau bagaimana keempat pria itu dibunuh.

Pemerintah Persatuan Nasional Myanmar (NUG), sebuah pemerintahan bayangan yang dilarang oleh junta militer yang berkuasa, mengutuk eksekusi mati tersebut.

“Sangat sedih, kami mengutuk kekejaman junta,” kata juru bicara kantor presiden NUG Kyaw Zaw kepada Reuters melalui pesan elektronik.

“Komunitas global harus menghukum kekejaman mereka. Saya marah dan merasa hancur mendengar berita eksekusi oleh junta terhadap patriot Myanmar dan pembela hak asasi manusia dan demokrasi,” kata Tom Andrews, pelapor khusus PBB untuk hak asasi manusia di Myanmar, dalam sebuah pernyataan.

“Hati saya tertuju pada keluarga, teman, dan orang-orang terkasih mereka dan tentu saja semua orang di Myanmar yang menjadi korban kekejaman junta yang meningkat. Tindakan bejat ini harus menjadi titik balik bagi komunitas internasional,” tambahnya.

Junta telah menjatuhkan hukuman mati terhadap puluhan aktivis anti-kudeta sebagai bagian dari tindakan kerasnya terhadap perbedaan pendapat setelah merebut kekuasaan tahun lalu. Namun, Myanmar belum melakukan eksekusi selama beberapa dekade.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan