Kasus Bayi Salah Obat Meninggal, Legislator DPR Sebut Ada Kesalahan

  • Bagikan
Konferensi Pers terkait bayi yang meninggal di RSUP dr Wahidin Makassar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Keluarga bayi meninggal usai obat tertukar dimediasi. Hasil awal, ada indikasi kesalahan dari pihak rumah sakit.

Kemarin, pihak keluarga bayi, Danendra Atharprazaka Nirwan, dimediasi bertemu manajemen RSUP dr Wahidin Sudirohusodo. Anggota Komisi IX DPR RI Aliyah Mustika Ilham yang menengahi keduanya.

Pertemuan berlangsung di lantai 5 Privat Care Center (PCC). Aliyah mengatakan pada dasarnya pihak rumah sakit mengaku adanya kesalahan. Hal itu dilakukan tenaga kesehatan atau perawat di RSUPW.

"Tetapi, kita harapkan kejadian ini tidak berulang dan juga cambuk bagi rumah sakit bagaimana ke depannya untuk sangat berhati-hati dalam melayani kesehatan," katanya.

Pihak RS diberi kesempatan melakukan root cause analysis (RCA). Ditelaah mendalam karena butuh waktu untuk itu.

"Dan meraka berjanji akan diterbitkan dan diberikan kepada pihak keluarga. Saya juga akan kawal itu," tutur istri dari Ilham Arief Sirajuddin, mantan Wali Kota Makassar itu.

Danendra yang berumur satu bulan 26 hari meninggal setelah disuntik antibiotik oleh perawat pada Selasa, 19 Juli. Rencananya, bayi itu akan dioperasi pada, Rabu, 20 Juli. Sayang, sejam setelah disuntik, badannya biru, lalu meninggal.

Antibiotik yang disuntikkan diduga tertukar dengan pasien yang lain. Pihak keluarga Danendra, Sahril Akbar, menyesalkan sikap Dirut RSUPW sebagai penanggung jawab tertinggi, justrudiwakili datang ke rumah duka.

"Enak sekali kalau kita datang ke rumah. Langsung kita yang ucapkan bela sungkawa. Tidak usah diwakili. Cuman itu yang kami minta, dirut yang datang mengucapkan bela sungkawa," katanya.

  • Bagikan