Namanya Disebut Dewan Pengawas Syariah Koperasi 212, KH Cholil Nafis Beri Bantahan Begini

  • Bagikan
Ketua MUI Bidang Dakwah, Muhammad Cholil Nafis --Instagram / @cholilnafis

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Ketua MUI Cholil Nafis berikan tanggapan perihal Koperasi Syariah 212 yang diduga terima dana organisasi yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Seperti yang dikabarkan, empat pengurus ACT telah ditetapkan tersangka oleh Bareskrim Polri atas kasus dugaan tindak penyelewangan dana.

Mengenai hal tersebut, Cholil Nafis pun banyak dipertanyakan soal koperasi 212. Ia pun meengaskan jika dirinya bukan pejabat Dewan Pengawas Syariah.

Cholil Nafis pun mengungkapkan jika dirinya tidak pernah menerima uang dari koperasi 212.Pernyataan tersebut diketahui melalui akun Twitter pribadinya bernama @Cholilnafis.

"Banyak yang tanya soal saya di koperasi 212, saya tegaskan bahwa saya tdak menjabat Dewan Pengawas Syariah ditempat itu. Saya tidak pernah menerima uang dari koperasi itu," Tulis Cholil Nafis pada Rabu (27/7/2022).

"Seingat saya tidak pernah Kiai Ma'ruf Amin rapat dengan saya membahas soal koperasi 212," tambahnya.

Petinggi ACT Tersangka

Bareskrim Polri mengatakan empat petinggi yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana penyelewengan dana oleh yayasan ACT.

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Prolri Kombes Pol. Helfi Assegaf keempat tersangka tersebut yaitu A, IK, HH, dan NIA.

"Inisial tersangka A usia 56 tahun, selaku Ketua Pembina ACT, IK selaku pengurus Yayasan ACT, HH sebagai anggota pembina, dan NIA selaku anggota pembina," katanya, Senin, 25 Juli 2022.

Inisial A merujuk pada Ahyudin, IK merujuk pada Ibnu Khajar, HH merujuk pada Hariyana Hermain, dan NIA adalah Novariadi Imam Akbari. Mereka ditetapkan tersangka terhitung pukul 15.50 WIB.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan