Surya Paloh Sebut Pemilu Dapat Timbulkan Perpecahan Bangsa, Mardani Ali Sera: Pemilu Hak Rakyat!

  • Bagikan
Anggota Komisi II DPR RI fraksi PKS, Mardani Ali Sera. (foto: dok DPR)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera memberikan tanggapan terkait pandangan Ketum NasDem Surya Paloh soal Pemilu.

Diketahui, Ketum NasDem Surya Paloh memandang lebih baik pemilihan umum (pemilu) tak perlu digelar apabila berujung pada perpecahan bangsa.

Menanggapi hal tersebut, Mardani menyebut jika Pemilu merupakan hak rakyat, sehingga harus tetap dilaksanakan.

Ia menyebut jika memang terdapat permasalahan pada proses penyelenggaraan pemilu tersebut dapat diperbaiki dikemudian hari.

"Pemilu hak rakyat. Jika ada catatan, kita perbaiki catatannya," ucapnya dilansir fajar.co.id, Rabu (27/7/2022).

"Jadi kita ikut konstitusi untuk tunaikan hak rakyat dengan melaksanakan pemilu sekaligus kita perbaiki kualitas pemilunya," sambungnya.

Ia pun menyebut jika sebaiknya pemilu menghadirkan lebih dari dua pasang calon, sehingga banyak gagasan yang muncul.

"Dan jika ada lebih dari dua pasang, biasanya ada kontestasi karya dan gagasan," pungkasnya.

Sebelumnya, Surya Paloh menyampaikan orasi ilmiah saat penganugerahan gelar kehormatan doktor honoris causa (HC) dari Universitas Brawijaya.

Dalam orasinya, Paloh memandang lebih baik pemilihan umum (pemilu) tak digelar apabila berujung pada perpecahan bangsa.

Paloh mulanya berbicara soal praktik politik identitas yang baik dan yang buruk. Paloh mendukung praktik politik identitas yang baik dengan memunculkan kekhasan identitas dari suatu kelompok politik.

"Politik identitas yang buruk atau yang tidak baik adalah kebalikan dari yang baik tadi. Mereka bersikap eksklusif dan tidak mau mengenal yang lain. Yang menjadi masalah adalah politik identitas yang buruk. Dia bukan hanya buruk tapi juga merusak," ujarnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan