Agenda Penangkapan Mardani Diduga Bocor, Rocky Gerung: PDIP Terlihat Seperti Sarang Koruptor yang Nggak Bisa Diproses

  • Bagikan
Harun Masiku dan Mardani Maming

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Pengamat Politik Rocky Gerung menyoroti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang gagal menjemput paksa mantan Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming.

Rocky Gerung mempertanyakan langkah KPK yang menggerebek Mardani Maming sebelum ada praperadilan. Dia menduga ada orang yang membocorkan sehingga Mardani Maming melarikan diri.

Hal itu disampaikan Rocky Gerung dalam kanal Youtube pribadinya, dikutip pada Kamis 28 Juli 2022.

"Jadi sebetulnya KPK udah mendahului proses hukum kan itu yang terjadi, lalu mungkin dibocorin juga, jadi dia kabur duluan tuh. Bisa juga jadi in absentia," ujar Rocky Gerung.

Rocky Gerung juga menilai PDIP dan NU tidak akan menjamin Mardani Maming.

"Jadi ini masalah yang bisa kita baca itu, siapa yang akan jamin si Maming ini, mungkin PDIP angkat tangan, NU juga lepas, jadi soal-soal semacam itu tuh," lanjutnya.

Pasalnya, Mardani Maming membuat PDIP seakan sarang koruptor dari riwayat sebelumnya.

"Poin dari masyarakat sipil adalah akhirnya melihat bahwa ini PDIP kok sarang koruptor yang malang melintang, petantang petenteng tapi nggak bisa diproses karena ada riwayat sebelumnya soal Harun Masiku segala macam," pungkasnya.

Sebelumnya, Tim Satuan Tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan jemput paksa terhadap Bendahara Umum PBNU, Mardani H Maming, Senin (25/7/2022). Namun, Maming tak ada di tempat saat tim lembaga antirasuah tiba di lokasi.

Dalam penjemputan paksa itu, KPK juga menggeledah apartemen yang diduga menjadi kediaman Maming.

"Benar, hari ini tim penyidik melakukan penggeledahan di salah satu apartemen di Jakarta dalam rangka jemput paksa tersangka dugaan korupsi izin usaha pertambangan di Tanah Bumbu Kalsel," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan