Apresiasi Pertemuan Jokowi- Xi Jinping, Kamrussamad: Tepat, Antisipasi Resesi

  • Bagikan
Kamrussamad

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Kunjungan Presiden Jokowi ke Tiongkok untuk bertemu Presiden Xi Jinping diapresiasi oleh Kamrussamad, anggota Komisi XI DPR RI.

Kamrussamad menilai kunjungan dan kesepakatan yang telah dibangun sangat penting bagi Indonesia terutama dalam menghadapi tantangan resesi ekonomi saat ini. Namun, Kamrussamad juga mewanti-wanti adanya conflict of interest dari keikutsertaan sejumlah pengusaha oligarki seperti Boy Thohir dan sejumlah pengusaha lain.

"Tiongkok adalah mitra dagang dan investasi strategis bagi Indonesia. Level dan intensitas perdagangan serta investasi dengan Tiongkok selama ini terus bertumbuh dan yang paling besar dibandingkan negara lainnya. Sepanjang Januari-Mei 2022, misalnya, nilai perdagangan Indonesia-Tiongkok hampir 50 miliar dollar AS, naik 27,5 persen dibandingkan periode yang sama 2021," rincinya.

Menurut Kamrussamad, cuma ada satu yang pemerintah perlu jelaskan, yakni Status Green Industrial Park Bulungan Kaltara yang merupakan proyek prioritas pemerintah, karena lahan tersebut milik perseorangan Boy Tohir. "Jangan sampai Misi Utama G to G hanya menguntungkan Oligarki tertentu. Padahal ada Ratusan Kawasan Industri lainnya tersebar di berbagai Pelosok Nusantara," kata dia.

"Tapi tentunya, masih banyak potensi lain yang perlu digarap. Selain diversifikasi atas komoditas ekspor dan impor juga pendanaan di sejumlah sektor ekonomi baru juga yang perlu kedua negara bicarakan secara konsisten,"tambahnya.

"Pasca pandemi, ekonomi nasional kita dihadapkan pada dua tantangan besar. Pertama tantangan mengembalikan produktifitas ekonomi domestik yang selama dua tahun lebih menurun. Kedua, tantangan resesi akibat ancaman inflasi dan konflik geopolitik Ukraina-Rusia dan blok barat yang telah mengacaukan rantai pasok komoditas,"jelas dia.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan