Nyeri saat Berhubungan Intim? Jangan Dinormalisasi, Penting Lakukan Ini

  • Bagikan
Ilustrasi

FAJAR.CO.ID — Nyeri saat berhubungan harus menjadi perhatian. Karena bisa berakibat fatal jika disepelekan.

Sex Edukator, Zivana Sabili, mengatakan, memang ada kondisi tertentu yang membutuhkan perhatian lebih khusus. Misalnya soal vaginismus, infeksi saluran kemih atau infeksi menular seksual.

“Kalau bisa semua jenis nyeri dicari solusinya jangan dinormalisasi. Semakin cepat ditangani semakin baik. Jadi jangan ditunda-tunda yah.,” ucapnya melalui Channel YouTube Gue Sehat, dikutip Kamis, (28/7/2022).

Untuk infeksi saluran kemih dan infeksi menular seksual kata dia biasanya ada obat-obat atau terapi khusus dari dokter.

Sementara itu, untuk vaginismus ada beberapa kombinasi treatment yang bisa dilakukan mulai dari latihan relaksasi otot panggul.

Kemudian penggunaan vaginal dilator semacam alat untuk relaksasi dan membantu otot vagina agar lebih rileks dan lebih terbuka dibantu dengan krim tertentu untuk mengurangi rasa sakit. Selain itu bisa juga dengan konseling.

“Kalau memang ada hal-hal jadi pikiran yang juga berkontribusi terhadap munculnya vaginismus. Selain itu ada cognitif behavior therapy (CBT). Dimana kita bisa beradaptasi, pola pikir yang lebih adaptif ketika berhubungan seks,” jelasnya.

“Mungkin ada ketakutan yang perlu dibahas atau ada pemikiran yang kurang nyaman. Ini bisa ekspor lebih lanjut dan didiskusikan dengan tenaga lebih profesional,” tambahnya.

Lanjut kata dia, nyeri pada saat berhubungan seks bisa jadi berasal dari salah satu pihak. Bisa jadi dari keduanya.

“Nggak cuman kota sendiri tapi dari pasangan kita juga. Jadi nggak ada gunanya saling menyalahkan, lebih baik saling mendukung. Supaya nyerinya bisa diatasi dengan cara tertentu,” ucapnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan