Booster Kedua Dimulai bagi Nakes, IDI Dorong Masyarakat Kejar Vaksin Dosis Ketiga

  • Bagikan
Vaksinasi Booster

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Booster kedua atau dosis keempat vaksin Covid-19 untuk tenaga kesehatan (nakes) dimulai hari ini, Jumat (29/7). Ikatan Dokter Indonesia menilai nakes memang perlu booster dua kalo karena kekebalan mereka turun setelah 6 bulan usai booster pertama. Akan tetapi, IDI tetap meminta masyarakat untuk mengejar booster pertama karena baru mencapai 25 persen.

Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian penyakit Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan Surat Edaran No HK 02.02/C/ 3615 /2022 Tentang Vaksinasi Covid-19 Dosis Booster Ke-2 Bagi Sumber Daya Manusia Kesehatan. Hal ini dikarenakan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan merupakan kelompok yang memiliki risiko tinggi terpapar Covid-19, selain juga mempertimbangkan semakin banyaknya jumlah tenaga kesehatan yang terinfeksi Covid-19.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr M. Adib Khumaidi, SpOT mengatakan bahwa tujuan utama vaksinasi Covid ini untuk melindungi dari tingkat rawat inap di Rumah Sakit, keparahan, dan kematian. Oleh karena itu, dosis booster diperlukan karena imunitas terhadap Covid-19 mulai menurun setelah enam bulan ke atas dari vaksinasi terakhir.

Selain itu, varian baru juga memiliki sifat yang jauh lebih menular. Namun IDI juga meminta pemerintah tetap mendorong vaksinasi booster atau dosis ketiga bagi masyarakat agar kekebalan komunitas tercapai.

“IDI menyambut baik booster kedua vaksinasi Covid untuk tenaga Kesehatan ini. Vaksinasi terbukti telah menyelamatkan banyak nyawa, mengurangi tekanan pada fasilitas Kesehatan dan memungkinkan kita belajar hidup dengan virus. Namun di masyarakat, booster pertama juga haris dikejar,” tegasnya dalam keterangan tertulis, Jumat (29/7).

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan