Prajurit TNI AD Rancang Rompi Antipeluru dari Pelepah Pisang, Mampu Deteksi Pergerakan dan Detak Jantung

  • Bagikan
INOVASI PRAJURIT: Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Kiki Yuliati melihat inovasi karya mahasiswa Politeknik Angkatan Darat berupa rompi antipeluru. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

Sensor juga bisa mengirim sinyal tanda bahaya. Jadi, dalam kondisi darurat, pasukan bantuan bisa diterjunkan. Desy Derius menyatakan, rompi itu juga dibawa ke Pindad.

Terkait dengan kerja sama, pihaknya masih menunggu arahan. Rompi dengan perlengkapan ini kali pertama dibuat anak negeri. Selama ini rompi semacam itu dibeli dari negara luar. ”Karena dari pelepah pisang, rompi ini juga tidak berat,” ujar pria asal Cimahi tersebut.

Selain rompi buatan Poltekad, belasan produk inovasi lainnya juga dipamerkan dalam acara Mahakarya Vokasi. Misalnya, sepeda motor kayu yang mesinnya dari baterai laptop bekas. Event yang diadakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) ini menggandeng puluhan SMK dan politeknik.

”Produk yang kami pamerkan ini sesuai dengan perkembangan industri dan kebutuhan masyarakat,” tegas Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Kiki Yuliati. (jpg/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan