Makna Tahun Baru Hijriyah

  • Bagikan

Oleh: Yanuardi Syukur

(Pengurus Komisi HLNKI MUI Pusat)

Setiap tahun kita memperingati tahun baru hijriyah, yakni titik tolak kalender Islam yang diambil dari peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad saw dari Mekkah ke Madinah. Hijrah Nabi tersebut, tulis M. Quraish Shihab (2020: 372) disebabkan oleh "perlakuan buruk penduduk Mekkah".

Apa itu hijrah? M. Quraish Shihab menjelaskan, "hijrah adalah meninggalkan yang buruk sambil mengikat diri dengan yang baik. Adapun yang ditinggalkan dan dinilai buruk itu meliputi kondisi dan situasi masyarakat maupun keburukan diri sendiri."

Sejak di Mekkah, Allah swt telah memerintah Nabi untuk berhijrah dalam arti meninggalkan atau tidak menghiraukan sikap buruk dan pelecehan kaum musyrik Mekkah terhadap pribadi dan ajaran beliau. Beliau tidak menghiraukan perlakuan buruk tersebut namun tetap aktif dan mengajak mereka kepada kebaikan.

Semangat hijrah

Sepatutnya tiap Muslim menjadikan momentum tahun baru Islam sebagai pijakan untuk kembali berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik. Saat ini godaan terbesar kita adalah dorongan negatif diri yang datang dan pergi. Maka, perlu sekali setiap orang memiliki jihad terhadap dorongan negatif tersebut dengan niat untuk melakukan perbaikan diri terus menerus.

Dalam Islam, istilah yang dekat pada ini adalah muhasabah, yakni mencari kesalahan diri dan kekurangan diri sebelum mencari kekurangan orang lain. Semua orang pasti punya kesalahan, dan untuk itu lebih dianjurkan untuk mencari kesalahan diri sendiri kemudian berusaha mengubah kesalahan itu menjadi kebaikan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan