Wabah PMK Meningkat, Karantina Pertanian Makassar Pastikan Pengamanan Berlapis

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Kasus penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Sulawesi Selatan semakin meningkat.

Wabah ini telah menular di 14 kabupaten/kota di Sulsel.Sulsel bahkan masuk kategori zona merah PMK.

Jumlah ternak yang terkonfirmasi positif PMK mencapai 1666. 83 diantaranya telah dipotong bersyarat, 30 mati, dan124 ekor dinyatakan sembuh.

Sehingga hewan ternak yang terkonfirmasi masih mengalami PMK sebanyak 1.429 hewan.

Longgarnya pengawasan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinisi Sulawesi Selatan diduga menjadi penyebabnya.

Untuk mendapat kejelasan akan hal tersebut, DPRD Provinsi Sulawesi Selatan mengundang stakeholder terkait menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Balai Besar Karantina Pertanian Makassar, dan Balai Besar Veteriner Maros.

Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Makassar, Luthfie Natsir mengatakan, Balai Besar Karantina Pertanian bertugas di pintu pemasukan pintu pengeluaran.

Ada beberapa pintu pemasukan dan pengeluaran hewan ternak di Sulsel.

Terkait pencegahan PMK, Balai Karantina telah menjalankan SOP sebagaimana yang diamanatkan. Pemasukan dan pengeluaran hewan ternak telah dilakukan pengecekan secara berlapis.

"Pertama, ada proses karantina dari tempat asal, karantina atau inkubasi dilakukan selama 14 hari," ucap Lutfie Natsir, Jumat (29/7/2022).

Setelah dinyatakan sehat di tempat tujuan, dilaksakan bio security di tempat kedatangan.

Petugas Balai Karantina melakukan pemeriksan klinis dan fisik terhadap hewan yang masuk tersebut.

  • Bagikan