Paket Bantuan Presiden Dikubur di Depok, Kombes Endra Zulpan Ungkap Fakta Ini

  • Bagikan
Garis polisi terpasang di area temuan karungan beras di tanah lapang Kampung Serab, Sukmajaya, Depok, Minggu (31/7/2022). Perusahaan pengiriman barang atau jasa ekspedisi diduga mengubur dan membuang puluhan karung beras untuk masyarakat terkena dampak COVID-19. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Penyidik dari Polres Depok telah memeriksa pihak JNE buntut penemuan paket sembako bantuan presiden (Banpres), yang dipendam di Lapangan KSU, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok.

Paket sembako tersebut ditemukan oleh warga pada Jumat (29/7), dalam keadaan terkubur sedalam tiga meter di Lapangan KSU.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan kepolisian juga telah memeriksa pihak Kementerian Sosial.

Endra Zulpan mengatakan hasil pemeriksaan terungkap bahwa distributor beras bantuan sosial itu ialah PT DNR. "JNE bekerja sama dengan vendor PT DNR selaku pemegang distribusi beras bansos dari pemerintah kepada masyarakat yang berhak menerimanya untuk wilayah Depok pada 2020," kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Senin (1/8).

Kombes Zulpan menyebut JNE ditugasi PT DNR sebagai kurir yang mengantar kepada penerima yang terdaftar oleh pemerintah.

"Jumlah beras yang dikirim JNE dalam kontrak dari PT DNR sekitar ratusan ribu ton (beras yang akan disalurkan, red)," ujar Zulpan.

Alumnus Akpol 1995 itu menyebut hasil pemeriksaan ditemukan bahwa pihak yang menguburkan beras bansos itu ialah JNE.

Pihak JNE mengeklaim beras bansos itu dikuburkan karena rusak terkena air hujan.

Pihak JNE, mengeklaim sudah mengganti rugi kepada pemerintah. "Beras yang ditimbun adalah beras rusak. Ini pengakuan JNE. Mereka (JNE, red) merasa beras itu sudah menjadi milik JNE karena telah mengganti rugi kepada pihak pemerintah," ujar Zulpan.

Kendati demikian, polisi tidak memercayai begitu saja pengakuan JNE karena tidak didukung dokumen yang lengkap.
"Keterangan (pemeriksaan, red) belum didukung dengan dokumen. Jadi, baru keterangan pemeriksaan tadi secara lisan," ujar Zulpan.

  • Bagikan