Izin PT Vale Belum Diperpanjang, Cicu: Kita Senang Jika Penambang Lokal

  • Bagikan
Rachmatika Dewi

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Kisruh perpanjangan izin PT Vale masih bergulir. Perusahaan asal Brazil itu belum juga mendapatkan izin perpanjangan kontrak.

Diketahui, kontrak PT Vale akan berakhir tahun 2025 mendatang. Namun pemerintah Indonesia belum memberikan lampu hijau perpanjangan izin.

Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi mengatakan, jika pihaknya akan senang pengusaha lokal yang menggarap potensi tambang nikel di Luwu Timur.

"Tentu kita sebagai masyarakat Sulsel sangat senang apabila ada porsi yang diberikan pengusaha lokal atau penambang lokal sehingga ada partisipasi masyarakat Sulsel untuk menggarap tanah yang kini digarap PT Vale," katanya saat dihubungi, Senin, 1 Agustus 2022.

Saat ini, luas konsesi pertambangan nikel Vale Indonesia di Pulau Sulawesi mencapai 118.000 hektare per 2022.

Meski begitu, Cicu sapaannya mengatakan jika yang berwenang memberikan rekomendasi perpanjangan izin adalah Kementerian ESDM dan Komisi VII DPR RI.

"Karena saya masih baru di komisi D saya tidak mendalami kontroversi di PT Vale, Perlu kita pahami bersama bahwa perpanjangan izin yang akan habis di tahun 2025 menjadi kewenangan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian ESDM," lanjutnya.

Cicu mengungkapkan bahwa perpanjangan kontrak PT Vale harus dilihat dari seberapa besar kontribusi yang diberikan kepada masyarakat sekitar tambang. Artinya mereka yang tinggal di Luwu Timur.

"Jadi kalau saya melihat kita perlu, mendengarkan lebih banyak masukan dan saran pada masyarakat yang ada di Luwu. Seberapa kontribusi dan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat oleh kehadiran PT Vale itu sendiri,"ungkap politisi NasDem ni.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan