Tak Lengkapi Verifikasi Parpol, Demokrat Sulsel Copot Tiga Ketua DPC

  • Bagikan
Umbul-umbul Bendera Partai Demokrat

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Selatan mencopot tiga ketua dewan pimpinan cabang (DPC) tingkat kabupaten/kota.

Tiga Ketua DPC yang dicopot masing-masing Ketua Demokrat Maros Amirullah Nur Saenong, Plt Ketua DPC Demokrat Takalar Japri Y Timbo, dan Ketua Demokrat Barru Irmawati Syahrir.

Ketiganya dicopot karena tidak melengkapi berkas administrasi pendaftaran peserta pemilu.

"Ada 3 ketua DPC yang diganti. Takalar, Maros, dan Barru," kata Ketua OKK Demokrat Sulsel, Aslan, saat dihubungi pada Selasa (2/8/2022).

DPD Demokrat Sulsel telah menunjuk tiga pelaksana tugas (Plt) Ketua DPC Demokrat untuk ketiga kabupaten tersebut.

Pertama, Plt Ketua Demokrat Takalar Wahyuddin Syahruddin. Saat ini Wahyuddin menjabat Sekretaris BPOKK-DA.

Kedua, Plt Ketua Demokrat Maros Danial, yang saat ini menjabat Wakil Direktur Eksekutif.

Ketiga, Plt Ketua Demokrat Barru Andi Ridha yang saat ini menjabat Kepala BPJKA.

Sebelumnya, DPD Demokrat Sulsel memberi surat peringatan kepada lima ketua DPC Demokrat kabupaten/kota.

Lima Ketua DPC itu lambat menyerahkan berkas administrasi pendaftaran parpol kepada DPD.

Lima ketua DPC itu adalah Ketua Demokrat Maros Amirullah Nur, Ketua Demokrat Barru Irmawati Syaharir, Ketua Demokrat Takalar Japri Y Timbo, Ketua Demokrat Toraja Utara Hatson Bangru, dan Ketua DPC Demokrat Jeneponto Andi Kaharuddin Mustamu.

Sebelumnya, Ketua DPC Demokrat Maros Amirullah Nur tak kunjung melengkapi administrasi pendaftaran peserta pemilu 2024.

Mantan anggota DPRD Maros itu justru berada di luar negeri, Singapura. Amir sapaannya menolak perintah DPD Demokrat Sulsel untuk melengkapi administrasi pendaftaran peserta pemilu.

"Daripada urus parpol, lebih baik urus bisnis dan liburan di Singapura," kata Amir,` Rabu (20/7/2022).

Amir mengaku tidak gentar dengan ancaman penunjukan pelaksana tugas Ketua DPC Demokrat Maros.

Baginya ia tidak semangat lagi memimpin partai karena merasa cita-cita dan gagasannya tidak lagi dihargai oleh DPP Partai Demokrat.

"Alhamdulillah kalau diberi SP. Saya sudah lama nantikan SP1. Bahkan sebenarnya tidak usah berikan SP, tunjuk Plt saja," katanya.

"Saya melihat saudara Ni'matullah tidak becus urus partai, tahunya hanya buat SP saja. Seharusnya dia konsolidasi, siapa juga takut di-SP. Sampai kapan pun saya tidak akan penuhi verifikasi parpol," tegasnya. (ikbal/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan