JNE Tegaskan Beras yang Dikubur di Depok Bukan Beras Bansos dari Presiden

  • Bagikan
Inspektur Jenderal Kementerian Sosial Republik Indonesia Dadang Iskandar saat menunjukan kemasan beras yang ditemukan di Lapangan KSU, Kota Depok. Foto : Lutviatul Fauziah/JPNN.com.

FAJAR.CO.ID, DEPOK -- Kuasa Hukum perusahaan ekspedisi JNE Express, Anthony Jono menegaskan bahwa beras yang dikubur di Depok, Jawa Barat bukan beras bansos dari presiden. Beras tersebut, klaimnya, adalah milik JNE, dikutip dari ANTARA.

“Setelah beras dari gudang Bulog diambil, dalam perjalanan ada yang kena hujan. Sehingga itu biasa lah basah, ada berjamur, itu sudah tidak layak konsumsi,” kata Anthony di lokasi dikuburnya beras di Depok, Jawa Barat, Rabu.

Menurut dia tidak mungkin beras rusak disalurkan kepada masyarakat. “Tidak mungkin beras rusak kita kasih kepada penerima manfaat,” katanya.

“Jadi kami bertanggung jawab, kita ganti semua beras yang rusak. Ada nggak penerima manfaat yang komplain? Sampai hari ini tidak ada. Kita sudah ganti semua. Jadi tidak ada kerugian sedikitpun,” katanya.

Anthony mengatakan ketika diambil dari gudang Bulog, tentu ada stiker. Karena memang itu awalnya memang ditujukan untuk dibagikan bansos. “Tapi kan diperjalanan rusak. Ketika rusak, tentu kita pindahkan ke gudang, kita ganti lagi” ujarnya..

“Semua yang rusak sudah kita ganti dan terdokumentasi dengan baik,” tegasnya. (ant/jpg/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan