Anies Ubah Nama RSUD jadi Rumah Sehat, Prasetyo Edi: Stop Deh Bikin Kebijakan Ngawur

  • Bagikan
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi lontarkan kritikanya terhadap kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Kritikanya Edi Marsudi tersebut, perihal Anies Baswedan telah meresmikan mengubah nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta.

Menurutnya Edi Marsudi, kebijakan Anies Baswedan mengubah nama rumah sakit tersebut tidak penting bagi masyarakat.

Harusnya Anies Baswedan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, buat terobosan program pembangunan atau pelayanan yang berdampak kepada masyarakat.

"Yang terasa langsung gitu kesuksesannya di tengah masyarakat. Bukan cuma ganti-ganti nama, kemarin nama jalan, sekarang rumah sakit. Setop deh bikin kebijakan ngawur," ujar Edi dalam keteranganya pada Kamis (8/9/2022).

Edi Marsudi kerap disapa Pras, menilai Jakarta memiliki segudang masalah yang perlu segera dibersekan. Seperti angka kemiskinan, dan persamalahan kampung kumuh

Ia heran dengan perubahan nama rumah sehat yang digunakan Anies. Menurutnya sudah lama semua masyarakat megetahui rumah sakit adalah tempat untuk mengobati penyakit.

Selain itu, penamaan rumah sakit sudah tertedar dalam Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

"Jadi memang aturannya di Pasal 1 jelas namanya rumah sakit. Dari dulu kalau kita sakit kemana sih larinya, ya ke rumah sakit. Memang namanya rumah sakit ya untuk mengobati penyakit. Logikanya kan begitu. Kalau sudah sehat ya kerja, beraktivitas kembali," katanya.

Anies Ubah Nama

Baru-baru ini Gubernur Anies Baswedan meresmikan penjenamaan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di lima wilayah DKI Jakarta menjadi Rumah Sehat.

Penjenamaan itu dilakukan untuk mengubah pola pikir (mindset) warga tentang rumah sakit.

Sehingga dengan penggantian itu, rumah sakit diharapkan tidak hanya didatangi saat dalam keadaan sakit saja melainkan ketika dalam kondisi sehat.

"Selama ini RS kita berorientasi pada kuratif dan rehabilitatif," ucap Anies saat meresmikan penjenamaan itu.

"Sehingga datang karena sakit jadi datang untuk sembuh untuk sembuh itu harus sakit dulu," lanjutnya, Rabu (3/8/2022).

Nantinya, peran rumah sehat akan ditambah dari segi promotif dan preventif. Hal tersebut dilakukan agar rumah sakit mengambil peran membantu warga melakukan pencegahan penyakit sekaligus mempromosikan hidup sehat.

Ke depannya, rentetan program yang berkaitan dengan unsur preventif dan promotif akan disiapkan oleh jajarannya untuk diterpa di seluruh rumah sakit.

Hingga saat ini, Anies beserta jajarannya akan menerapkan perubahan nama itu di 31 rumah sakit milik pemerintah yang ada di DKI Jakarta.

Namun demikian, pihaknya belum berencana untuk menganjurkan penggantian nama ini ke rumah sakit swasta yang ada di wilayah DKI.

"Nantinya, untuk perubahan nama rumah sakit yang lain itu ke Kemenkes," imbuh Anies.

Pengukuhan penjenamaan itu dilakukan secara simbolis di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat. Namun secara serentak kegiatan ini diikuti oleh pejabat tingkat kota secara virtual di setiap RSUD lain wilayah DKI Jakarta. (fin)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan