Pemerintah Beri Perhatian Penuh Penurunan 60 Persen Balita Stunting di 12 Provinsi Prioritas

  • Bagikan
Wapres Ma'ruf Amin saat memimpin rapat.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin, memastikan pemerintah komitmen untuk percepatan penurunan 60 persen, jumlah balita stunting di Indonesia yang tersebar di 12 provinsi prioritas.

Wapres selaku Ketua Pengarah Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S), memimpin Rapat Koordinasi dengan para Gubernur dan seluruh pemangku kepentingan dari kementerian terkait di Istana Wapres Jl. Medan Merdeka Selatan Nomor 6, Jakarta, Kamis pagi, (04/08/2022).

Dalam rapat tersebut, Wapres ingin memastikan program dan kegiatan intervensi percepatan penurunan stunting di 12 provinsi prioritas dapat dilakukan secara konvergen, holistik, terintegrasi, serta berkualitas sehingga target prevalensi 14 persen pada tahun 2024 tercapai.

Adapun penetapan 12 provinsi prioritas dalam percepatan penurunan stunting ini, didasarkan pada hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) yang dilakukan Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2021.

"Terdapat 7 provinsi dengan prevalensi stunting tertinggi, yaitu Nusa Tenggara Timur (NTT) 37,8 persen, Sulawesi Barat 33,8 persen, Aceh 33,2 persen, Nusa Tenggara Barat (NTB) 31,4 persen, Sulawesi Tenggara 30,2 persen, Kalimantan Selatan 30,0 persen, dan Kalimantan Barat 29,8 persen. Sementara, terdapat juga 5 provinsi dengan jumlah Balita stunting terbesar, yaitu Jawa Barat 971.792, Jawa Tengah 651.708, Jawa Timur 508.618, Sumatera Utara 347.437, dan Banten 268.158," tulis keterangan resmi setwapres.

Kemudian Wapres meminta agar praktik baik terus dilanjutkan, dan diperluas cakupannya di daerah. Oleh karena itu, para Gubernur harus fokus pada intervensi spesifik dan sensitif yang masih rendah cakupannya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan