Bharada E Tersangka Lalu 25 Polisi Dimutasi, IPM: Polri Serius Usut Kematian Brigadir J

  • Bagikan
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberikan keterangan pers di hadapan wartawan di Mabes Polri, Jakarta, (12/7). Kapolri buka suara terkait insiden baku tembak sesama polisi di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Sigit menjamin pengusutan kasus polisi tembak polisi akan dilakukan secara objektif, transparan dan akuntabel.FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Indonesia Police Monitoring (IPM) memberikan apresiasi kepada Polri atas kinerja dalam penyelidikan tewasnya Brigadir J.

Direktur Eksekutif IPM, Ferdinand Hutahaean mengatakan keseriusan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terlihat dari penetapan tersangka Bharada E hingga mutasi 25 polisi yang dianggap tak profesional atas kasus Brigadir J.

"Polri dalam pengamatan kami bekerja serius untuk membuka tabir peristiwa tewasnya Brigadir J secara transparan, objektif dan sesuai keilmuan dalam investigasi kejahatan," kata Ferdinand, Jumat (5/8/2022).

Pihaknya, kata Ferdinand akan terus mendukung Polri agar penyelidikan dugaan kasus tembak menembak di rumah Kadiv Propan itu tuntas dan selesai sesuai fakta-fakta kebenaran.

"Meski kami menyadari dan meyakini bahwa apapun hasilnya nanti tak akan bisa memuaskan keinginan semua pihak. Ini terjadi lantaran sejak awal terlalu banyak pernyataan-pernyataan yang kemudian menggiring persepsi atau spekulasi atas kematian Brigadir J," jelasnya.

Soal mutasi 10 perwira termasuk Irjen Ferdy Sambo, IPM memuji langkah Kapolri. Selain membantu proses penyelidikan, hal itu dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada korps Bhayangkara.

"Keputusan ini kami apresiasi dan kami percaya bahwa Kapolri akan berusaha mengembalikan kepercayaan masyarakat le lembaga yang dipimpinnya," ungkapnya.

"Dan atas keputusan ini, kami juga berharap bahwa Irjen Ferdy Sambo akan sabar dalam menjalani situasi ini dan memberikan keterangan yang sesuai fakta agar perkara ini segera tuntas," lanjutnya.

  • Bagikan