Bunga Pinjol 13,8 Persen per Bulan, Politisi Gerindra Ingatkan OJK Jangan Legalisasi Praktik Rentenir

  • Bagikan
Kamrussamad

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan bunga perusahaan pinjamam online (Pinjol) berkisar 0,3- 0,46 persen per hari, menuai kritik.

Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad menilai bunga sebesar itu tak ada bedanya dengan rentenir.

"Kalau 0,46 persen perhari, artinya sebulan sekitar 13,8 persen. Bunga sebesar itu, apa bedanya sama bank keliling rentenir? Apalagi saat ini ekonomi masyarakat belum semuanya pulih. Daya beli melemah. Ini akan mencekik bukan hanya kantong, tapi leher masyarakat,"tegas politisi Gerindra ini.

Menurutnya di tengah masyarakat banyak beredar "bangke", bank keliling dan banyak yang terjebak gagal bayar, akhirnya berujung musibah buat masyarakat.

"Bunga dari "bangke" saja mulai 10% per pulan, kalau OJK menetapkan 13,8 persen untuk Pinjol, ini lebih jahat daripada "bangke" yang saat ini banyak beredar di masyarkat,"bebernya, Jumat (5/8/2022).

Dia meminta pimpinan OJK meninjau lagi rencana tersebut dan mencopot pejabat OJK yang “Bermain” dengan pengusaha pinjol.

Di tengah penderitaan rakyat akibat Covid-19 yang belum normal, kata Kamrussamad, pemulihan masih bergerak naik, produktivitas belum normal, daya beli masih lemah, harga-harga naik, bunga setinggi ini hanya akan membuat masyarakat terjebak dalam musibah.

Sebelum setinggi ini, bebernya, kasus pinjaman online mencapai 19.711 kasus selama kurun waktu 2019-2021. "Kalau kebijakan tingkat suku bunga Pinjol ditetapkan setinggi ini, masalah yang muncul akan semakin banyak,"pungkasnya. (eds)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan