Demi Kesetaraan di Depan Hukum, Ferdinand Hutahaean Minta Polisi Segera Tahan Roy Suryo

  • Bagikan
Ferdinand Hutahaean

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Direktur Eksekutif Indonesia Police Monitoring, Ferdinand Hutahaean meminta penyidik Polda Metro Jaya segera menahan tersangka kasus dugaan penistaan agama, Roy Suryo.

Hari Ini, Jumat (5/8/2022), penyidik Polda Metro Jaya mengagendakan pemeriksaan kembali mantan Menpora itu dalam kasus meme stupa Buddha di candi Borobudur yang sudah diedit mirip Presiden Jokowi.

Sebelumnya, Roy Suryo sudah menjalani pemeriksaan sebanyak dua kali sebagai tersangka. Polisi saat itu tak menahan mantan kader Demokrat itu karena alasan sakit.

Ferdinand menyebut alasan sakit yang dibuat Roy Suryo seperti drama saja. Mulai dari menggunakan kursi roda hingga penyangga leher.

"Dengan berbagai cara dan drama soal kesehatan, tiba-tiba publik dikejutkan dan marah melihat beredarnya video keberadaan Roy Suryo mengikuti sebuah acara club mobil merk tertentu sambil tertawa lepas. Publik akhirnya mendesak Polri agar segera menahan Roy Suryo," kata Ferdinand kepada Fajar.co.id.

Ferdinand menyebutkan baru di kasus Roy Suryo, tersangka penistaan agama tak langsung di tahan oleh polisi. Hal itu, tentu menciderai kesetaraan di depan hukum.

Terlebih pihak pelapor kemudian mengadakan konperensi pers yang mempertanyakan proses hukum terhadap Roy Suryo yang belum ditahan oleh penyidik.

"Kami melihat disini ada kejanggalan dan memunculkan penilaian publik bahwa azas kesetraan didepan hukum atau Equality Before The Law tidak diterapkan oleh Polda Metro Jaya secara objektif. Kewenangan penahanan terkesan disalahgunakan oleh penyidik. Publik kemudian bergejolak mempertanyakan situasi ini," jelasnya.

  • Bagikan