Selalu Berhadapan dengan Nyawa, Honorer Tenaga Kesehatan Tuntut Diangkat PPPK atau PNS Tanpa Tes

  • Bagikan
Tresna (38), tenaga kesehatan honorer asal Kabupaten Bekasi yang ikut aksi unjuk rasa (unras) di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (5/8). Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

Menurutnya, pekerjaannya sebagai nakes sangat berisiko. Selain berisio untuk dirinya sendiri, juga untuk keluarga dan orang sekitar.

Maka dari itu, melihat risiko yang harus dilaluinya, meminta kepada pemerintah agar dia dan rekan-rekan honorer lainnya diangkat sebagai PPPK, bukanlah hal yang muluk-muluk.

Terlebih dia sudah hampir tujuh tahun sebagai tenaga honorer. Ia berharap, pemerintah bisa mengangkat nakes honorer ini tanpa tes. “Kami penginnya langsung diangkat tanpa tes, soalnya selama ini sudah teruji ya,” ujarnya.

Sementara itu, pihak rumah sakit yang mempekerjakannya hanya mendorong kepada para pegawai honorer untuk ikut tes PPPK.

“Dari RS nanti kalau ada jalur PPPK ikut saja, lulus atau enggaknya belum tau,” imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo menerbitkan aturan bernomor B/185/M.SM.02.03/2022.

Aturan ini menegaskan akan menghapus tenaga honorer mulai 28 November 2023. Dalam surat tersebut, Menteri Tjahjo menyatakan jika pegawai ASN terdiri atas ASN dan PPPK.

Hal ini mengacu pada UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN pasal 6 dan pada pasal 8 aturan tersebut berbunyi pegawai ASN berkedudukan sebagai unsur aparatur negara. (jpnn/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan