Bahas Budaya Siri’, Andi Halilintar Latief: Bisa Diterapkan dalam Dunia Kerja

  • Bagikan

Fajar.co.id, Makassar -- Budayawan Andi Halilintar Latief dan Aktivis Perempuan, Andi Agustina Mapparessa, sebagai narasumber dalam kegiatan diskusi bernama Ngobrol Lepas.

Pada diskusi kali ini tema yang diangkat "Bagaimana Budaya Siri' dalam Kehidupan Sehari-hari". Kegiatan dilaksanakan di Media Cafe, Sabtu siang (6/8/2022).

Andi Halilintar Latief dalam diskusi mengatakan bahwa budaya Siri orang Bugis-Makassar dapat diberlakukan di dalam dunia kerja.

"Siri' ini selain jadi pedoman hidup orang Bugis-Makassar, boleh juga dipakai sebagai pedoman kerja atau etos kerja," kata Guru Besar UNM Makassar itu.

Ia juga menceritakan adanya perbedaan karakter dan model orang-orang dulu dengan orang sekarang.

"Kalau saya melihat, perkembangan kita mengalami fenomena. Ini terkait dengan konsep atau model dari orang-orang yang dulu hingga sekarang, saya kasih contoh misalnya. Dulu, orang Bugis itu menghargai kucing. Sebab, kalau dulu saat menanam padi, bapak ibu itu tidak tidur karena menjaga padi dan kucing adalah pengawalnya. Kucing kenapa kalau di Bugis dihargai, karena tugasnya melawan tikus," lanjutnya.

Andi Halilintar Latief juga menceritakan persoalan perbedaan rasa orang dulu ketika melakukan pelanggaran.

"Dulu, dibilang pencuri, setengah mati kita, keluarga kita, dipanggil begitu tidak berbangga lagi karena disebut palukka (pencuri). Tetapi sekarang, koruptor-koruptor itu tetap bangga padahal dia koruptor, kita pilih dia, jadi pemimpin kita, tapi dia melanggar. Mungkin, kata koruptor itu sudah tidak bermakna lagi, lebih bagus kalau dipanggil palukka (pencuri) lebih terasa langsung ke diri," ucapnya.

  • Bagikan