Jadi Justice Collaboratore, LPSK Beber Fasilitas yang Bisa Didapatkan Bharada E

  • Bagikan
Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Edwin Partogi Pasaribu. (Humas LPSK/Antara)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyatakan Bharada Richard Eliezer harus memenuhi persyaratan jika ingin mendapatkan justice collaboratore (JC) atau pelaku kejahatan yang bekerjasama dalam memberikan keterangan dan bantuan bagi penegak hukum.

Syarat itu yakni, Bharada E bukan pelaku utama dan mau membongkar pihak lain yang diduga terlibat dalam dugaan pembunuhan Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

“Pertama bukan pelaku utama. Kedua, mau mengungkap perkara ini menjadi terang,” kata Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi kepada JawaPos.com, Minggu (7/8).

Edwin menjelaskan, akan ada penanganan khusus apabila Bharada E mendapatkan perlindungan dari LPSK, melalui permohonan JC. Nantinya, penahanan Bharada E akan dipisahkan dari pelaku lainnya untuk memastikam keselamatan.

Mengingat dari hasil permintaan keterangan LPSK kepada Bharada E, terdapat dugaan ancaman atau kekhawatiran untuk membuka secara terang peristiwa pembunuhan Brigadir J.

“Penanganan khusus itu ada pemisahan penahanan, tahanan memastikan keselamatannya. Jadi dipisahkan dari pelaku lainnya,” ujar Edwin.

Selain itu, lanjut Edwin, berkas berita acara pemeriksaan (BAP) Bharada E akan terpisah dari pelaku lain dalam kasus ini. Sehingga akan diperiksa tersendiri saat proses pengadilan.

“Itu supaya berkasnya tidak menyatu dengan pelaku lainnya. Sehingga dia bisa diperiksa sendiri di pengadilan,” ungkap Edwin.

Selain itu, lanjut Edwin, Bharada E bisa memberikan tanpa harus hadir di pengadilan. Hal ini sebagai upaya menghindari terjadinya ancaman. Sehingga pemberian keterangan dari Bharada E berlangsung, tanpa adanya beban.

  • Bagikan