Tersingkir oleh Guru Swasta Lulus PPPK, Guru Honorer Mengadu ke Dewan

  • Bagikan
ILUSTRASI. Aksi guru honorer yang terus memperjuangkan hak-haknya-- jawa pos

FAJAR.CO.ID, MEDAN – Sejumlah guru honorer mengadukan nasibnya ke DPRD Kota Medan. Mereka kehilangan pekerjaan akibat tersingkir oleh guru swasta lulus PPPK.

Para guru swasta lulus PPPK ditempatkan di sekolah negeri. Hal itu membuat guru honorer di sekolah negeri tersingkir dan kehilangan pekerjaan.

Permasalahan itu telah disampaikan Forum Guru Tidak Tetap (FGTT) ke DPRD Kota Medan.

FGTT menyatakan puluhan guru honorer kehilangan pekerjaan akibat kehadiran guru PPPK.

Menyikapi hal itu, DPRD Kota Medan akan memanggil Dinas Pendidikan (Disdik) untuk membahas masalah tersebut.

“Yang jelas dalam waktu dekat atau bulan ini kita bahas,” ujar Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Rajudin Sagala, Jumat (5/8).

Rajudin Sagala mengatakan DPRD Kota Medan akan meminta data kepada Kepala Disdik Kota Medan Laksamana Putra Siregar, sekolah mana saja yang mengeluarkan guru honorer.

Politikus PKS itu menegaskan pihaknya akan mendorong agar seleksi PPPK guru tahap 3 atau seleksi PPPK 2022 dapat mengakomodir seluruh guru honorer.

Dijelaskan Rajudin, berdasarkan data yang diperoleh DPRD Kota Medan hingga kini baru 600 orang guru honorer yang lulus seleksi PPPK guru tahap 1 maupun seleksi PPPK guru tahap 2 yang dilaksanakan pada 2021 lalu.

Sementara, lanjutnya, jumlah guru honorer di Kota Medan berjumlah 1.900 orang.

Ia berharap formasi PPPK guru tahap 3 ditambah agar mengakomodir guru honorer yang belum lulus pada seleksi PPPK tahap 1 dan 2.

“Kalau bisa kuotanya ditambah. Sebab kita dapat informasi di Kota Medan kuota PPPK guru tahap ketiga cuma 300 orang, sementara sisanya ada 1.000 guru honor lagi,” terangnya.

  • Bagikan