Sidang Mediasi Gugatan Musda Golkar Sulsel Buntu, Syahrir Cakkari Ungkap Ini

  • Bagikan
Ketua DPD Golkar Sulsel, Taufan Pawe

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Mahkamah Partai Golkar membuka ruang mediasi antara pemohon dan termohon dalam gugatan sengketa hasil Musywarah Daerah (Musda) X Golkar Sulawesi Selatan tahun 2020, Senin (8/8/2022) hari ini.

Namun, mediasi tidak membuah hasil alias gagal. Dengan demikian, maka gugatan sengketa hasil Musda X Golkar Sulsel akan dilanjutkan ke sidang berikutnya Rabu (10/8/2022) esok.

"Jadi mediasinya gagal. Tidak membuahkan hasil. Sampai kita harus lanjutkan persidangan tanggal 10," kata kuasa hukum pemohon, Syahrir Cakkari, Senin (8/8/2022) hari ini.

Agenda sidang selanjutnya yaitu pembacaan permohonan dari pihak pemohon.

Syahrir Cakkari menilai ada cacat substansi dan cacat formil dalam gelaran Musda X Golkar Sulsel 2020 lalu.

"Nanti tanggal 10 kita sampaikan mengenai materi pemohon," kata Cakkari.

Diketahui, hasil musyawarah daerah X Golkar Sulsel 2020 digugat di Mahkamah Partai Golkar.

Pokok permohonan, yaitu permohonan penyelesaian perselisihan hasil Musda X Golkar Sulsel 2020 lalu. Gugatan diajukan Syahrir Cakkari dkk sejak September 2020 lalu.

Kuasa hukum penggugat Syahrir Cakkari menilai ada cacat substansi dan catat formil dalam gelaran musda tersebut.

“Secara umum permohonan berisi catatnya substansi musda itu. Ada catat substansi maupun cacat formil dari musda sehingga ketua terpilih harus didiskualisi atau dibatalkan, kemudian dilakukan musda ulang,” kata Cakkari.

Cakkari menambahkan, mereka awalnya mengajukan keberatan atas hasil musda kepada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto pada November 2020 lalu.

  • Bagikan