Tiga Oknum Polisi di Banjarmasin Dilapor ke Propam Polda Kalsel, Mulai Pangkat Aipda, Kompol, hingga AKBP

  • Bagikan
Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, BANJARMASIN - Tiga oknum polisi di Banjarmasin dilaporkan ke Bidang Propam Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) atas dugaan perampasan barang berharga milik warga.

Ketiga oknum polisi bermasalah yang dilaporkan oleh YL (38), warga Gerilya Banjarmasin itu ialah AKBP AB, Kompol DH, dan Aipda IR.

Barang korban yang dirampas berupa sertifikat tanah 2 lembar, 1 unit mobil, 1 unik truk, 1 unit motor sport, 3 kartu kredit dan debit, uang tunai senilai Rp 61 juta, 3 laptop, dan 2 unit smartphone.

Pelapor merasa dirugikan karena barang-barang berharga miliknya diambil tiga oknum polisi tersebut tanpa adanya surat resmi.

"Kejadiannya 2021, tetapi barangnya tidak kembali sampai sekarang," kata pengacara pelapor kepada JPNN.com di Banjarmasin pada Senin (8/8).

Kasus ini berawal ketika pelapor dipanggil atasannya berinisial HN ke kantor di kawasan Gatot Subroto, Banjarmasin Timur pada Juli 2021.

Sang atasan meminta pelapor datang untuk membahas perkembangan proyek di perusahaan. Ketika sudah sampai di lokasi pertemuan, YL memang bertemu bosnya.

Namun, di situ juga ada orang lain, yakni AB, DH, dan IR yang berstatus polisi.

Alih-alih membahas proyek, YL mengaku justru dituding menggelapkan dana perusahaan. Para polisi yang ada di lokasi pun langsung melakukan penggeledahan.

Saat penggeledahan di tempat, polisi menemukan sajam berupa rencong yang kerap dibawa pelapor untuk menjaga diri.

Pelapor mengakui membawa sajam itu tanpa izin. Atas kepemilikan sajam itu, YL dinilai melanggar Undang-Undang Darurat dan diproses hukum. "Divonis empat bulan," ujarnya.
Namun, yang membuat pelapor tidak terima adalah dugaan perampasan yang dilakukan polisi.

  • Bagikan